Korban Keracunan MBG di Tanggulangin Sidoarjo Mencapai 512 Santri
Eko Darmoko September 02, 2026 12:35 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ratusan santri diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Wakil Gubernur Jawa Timur  yang juga Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, gerak cepat melakukan penanganan terhadap ratusan santri tersebut.

Emil Dardak meminta seluruh korban segera mendapatkan penanganan dan dilakukan pendataan gejala hingga dampak yang dirasakan masing-masing santri.

Berdasarkan investasi yang dilakukan terhadap kasus ini, Wagub Emil menyebut bahwa mereka diduga keracunan dari MBG yang diproduksi oleh SPPG Kalitengah, Keccamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

“Per pagi ini tercatat ada 512 pasien yang terlapor di larikan ke RS. Pasien tidak hanya dari Ponpes Mambaul Hikam."

"Ada 19 lembaga yang sama-sama menerima dari SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo,” kata Emil Dardak kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (2/9/2026) pagi.

Setelah didata, update hingga pagi ini, total korban diduga keracunan MBG mencapai 512 orang.

Dengan rincian sebanyak 80 orang dirawat inap, 312 orang sudah keluar RS, dan sebanyak 120 orang sedang dilakukan overvasi.

Baca juga: Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Ketua Asrama: Yang Mengabarkan Meninggal, Itu Hoaks

Ratusan santri yang mengalami keracunan tersebut diketahui dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.

Sebanyak 334 pasien di RS Notopuro. Dengan 3 pasien rawat inap, 239 pasien sudah keluar RS, dan sebanyak 92 pasien Observasi.

Berikutnya di RS Delta Surya total ada 20 pasien. Dengan pasien rawat inap sebanyak 15 orang, 1 orang keluar RS dan 4 orang sedang observasi.

Kemudian ada juga yang dilarikan ke RS Siti Hajar sebanyak 77 pasien. Dengan rincian yang dirawat inap sebanyak 38 pasien, sudah keluar RS 39 orang.

Selain itu ada juga yang dilarikan ke RS Pusura sejumlah 18 pasien. Dengan jumlah rawat inap sebanham 9 pasien, 4 orang sudah keluar RS dan sebanyak 5 orang sedang diobservasi.

Sementara itu, penanganan pasien juga dilakukan RSU Aisyiyah Siti Fatimah, tercatat 47 pasien, dengan rincian 4 pasien rawat inap, 28 pasien sudah keluar rumah sakit, dan 15 pasien masih menjalani observasi.

Di RS Pusdik Bhayangkara, terdapat 8 pasien yang seluruhnya masih menjalani rawat inap.

Kemudian, RS Arafah Anwar Medika menangani 2 pasien yang seluruhnya masih menjalani rawat inap.

Sedangkan di RS Anwar Medika, terdapat 6 pasien. Sebanyak 1 pasien menjalani rawat inap, 1 pasien sudah keluar rumah sakit, dan 4 pasien masih dalam observasi.

“Jadi kalau totalnya ada 512 pasien ya. Yang sedang dirawat inap 80 orang. Sebanyak 312 sudah diperbolehkan pulang, dan yang sedang observasi sebanyak 120 orang,” tegasnya.

“Dan yang kita pastikan, bagi semua pasien dalam kasus ini, ditangani dan biaya ditanggung pemerintah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pagi ini Dinas Pendidikan Jatim telah diinstruksikan untuk melakukan cek absensi siswa di seluruh lembaga yang kemarin menerima MBG dari SPPG yang sama.

“Jika ada yang absen, Dinkes melalui Puskesmas kami minta agar jemput bola, khawatirnya kalau oleh orang tua ditangani secara mandiri dan tidak diberikan penanganan medis, jadi dijangkau agar dapat pelayanan medis segera,” pungkas Emil Dardak.

Baca juga: BREAKING NEWS : Ratusan Siswa di Sidoarjo Keracunan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.