Peringatan Hardikda, Enam Guru dan Dua Kepala Sekolah di Bireuen Raih Penghargaan
Faisal Zamzami September 02, 2026 01:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak enam guru dan dua kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Bireuen mendapat piagam penghargaan dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Bireuen, Rabu (2/9/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 yang digelar di SMAN 1 Kuala Bireuen.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Plt Kepala Cabdisdik Wilayah Bireuen, Yusnita, SE, Ak, M.Pd.

Upacara bendera tersebut dihadiri para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Bireuen, Komite SMAN 1 Kuala Bireuen, puluhan guru, serta undangan lainnya.

Enam guru yang menerima penghargaan sebagai Fasilitator Pembelajaran Mendalam-KKA Aceh yakni Muhammad, S.Pd.I dari SMA Negeri 1 Samalanga; Julaidar, S.Pd., M.Pd dari SMK Negeri 1 Gandapura; dan Dr. Istiarsyah, S.Pd.I., S.Pd., M.Ed dari SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen.

Selanjutnya, Indra Amsal, S.Pd.Gr. dari SLB Negeri Bireuen dan Husniati, S.Pd dari SMA Negeri 3 Samalanga juga menerima penghargaan dalam kategori tersebut.

Baca juga: Peringati Hardikda ke-67, Seluruh Sekolah di Aceh Singkil Serentak Gelar Upacara

Sementara itu, Junaidi, ST dari SMK Negeri 1 Gandapura mendapat penghargaan sebagai Guru Inovatif.

Adapun dua kepala sekolah yang menerima penghargaan yakni Ermawati, S.Kom., M.Kom., Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb, sebagai Fasilitator Pembelajaran Mendalam-KKA Aceh.

Kemudian, Kepala SMK Negeri 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si., M.Pd., meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Inspiratif.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kepala sekolah yang mampu memimpin dengan ide-ide inovatif, memberikan dampak nyata, serta berorientasi pada kemajuan peserta didik.

Selain itu, kepala sekolah inspiratif dinilai mampu merangkul guru, tenaga kependidikan, serta dunia industri untuk memajukan pendidikan vokasi.

Baca juga: Hardikda ke-67, Plt. Sekda Tekankan Pendidikan Jadi Penentu Masa Depan Aceh

Dalam upacara tersebut, Plt Kepala Cabdisdik Wilayah Bireuen, Yusnita, SE, Ak, M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Dalam amanatnya, Gubernur Aceh mengusung tema Hardikda ke-67, yakni "Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat."

Muzakir Manaf menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tugas guru di ruang kelas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Peringatan Hardikda bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam memajukan pendidikan Aceh," demikian amanat tersebut.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya bertujuan membentuk generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang beriman, berakhlak, berkarakter, kreatif, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

"Di momentum Hardikda ini, mari satukan langkah, bergandeng tangan, dan ambil peran untuk mewujudkan pendidikan Aceh yang unggul dan bermartabat. Setiap suara, setiap aksi, dan setiap kolaborasi adalah bagian penting dari perubahan," tegasnya.

Ia mengatakan, melalui kebersamaan, semua pihak dapat menciptakan ruang belajar yang aman, membebaskan potensi, dan mengantarkan anak-anak Aceh menuju masa depan yang gemilang.

"Guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat harus terus membangun kolaborasi dan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta budaya Aceh," ujarnya.

"Mari kita majukan pendidikan Aceh. Mari kita bangun generasi yang Islami. Mari kita lahirkan generasi yang unggul. Dan mari kita wujudkan generasi Aceh yang bermartabat," pungkas Muzakir Manaf. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.