BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih dibayangi kondisi kering memasuki September 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di seluruh wilayah Babel dalam tiga dasarian pertama September masih berada pada kategori rendah.
Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan hari tanpa hujan (HTH) yang menunjukkan sebagian besar wilayah Bangka Belitung telah mengalami periode tanpa hujan dalam kategori sangat panjang, yakni 31–60 hari, hingga kekeringan ekstrem lebih dari 60 hari.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Tsabit Aqdam mengatakan meski kondisi kering masih berlanjut, peluang hujan tetap ada dalam satu hingga dua pekan ke depan.
"Potensi hujan bersifat lokal tetap ada dan tidak merata," kata Tsabit kepada Bangkapos.com, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, peluang hujan lokal tersebut terutama masih terbuka di wilayah Bangka bagian barat. Namun, hujan yang turun secara sporadis tersebut belum dapat diartikan sebagai berakhirnya periode kering di Bangka Belitung.
"Kalau potensi hujan dalam satu sampai dua minggu ke depan tetap ada peluang hujan lokal di Babel, terutama di Pulau Bangka bagian barat," ujarnya.
Berdasarkan informasi iklim dasarian BMKG Stasiun Klimatologi Bangka Belitung, hampir seluruh wilayah Babel pada periode dasarian III Agustus 2026 berada pada kategori curah hujan rendah, yakni 0–10 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan berada pada kategori bawah normal.
Kondisi paling kering terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Sungai Selan dan sebagian kecil Kecamatan Parit Tiga yang berada pada kategori curah hujan rendah 10–20 milimeter per dasarian.
Sementara itu, pemantauan HTH hingga 31 Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Babel berada pada kategori sangat panjang. HTH kategori panjang selama 21–30 hari tercatat di sejumlah titik pengamatan, termasuk Desa Penyampak dan Simpang Teritip di Bangka Barat, Desa Paya Benua, Desa Bangka Kota, serta sejumlah wilayah lainnya.
BMKG juga mencatat beberapa wilayah yang telah mengalami hari tanpa hujan dalam kategori menengah, yakni 11–20 hari, serta kategori sangat pendek selama 1–5 hari.
Kata Tsabit, untuk tiga dasarian ke depan, BMKG memperkirakan curah hujan masih didominasi kategori rendah. Pada dasarian I September, peluang curah hujan kurang dari 20 milimeter mencapai 90–100 persen di seluruh wilayah Babel.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi pada dasarian II. Peluang curah hujan kurang dari 20 milimeter secara umum masih tinggi, bahkan mencapai 80–100 persen di sebagian besar wilayah, terutama di Pulau Belitung dan sebagian besar Pulau Bangka.
"Memasuki dasarian III September, peluang curah hujan kurang dari 20 milimeter masih bervariasi, dengan sebagian besar wilayah memiliki peluang sekitar 80–100 persen," jelasnya.
Prakiraan deterministik BMKG juga menunjukkan kategori dominan rendah pada dasarian I, II hingga III September 2026.
Dia mengingatkan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya karena wilayah dengan curah hujan rendah berpotensi mengalami dampak terhadap ketersediaan air dan peningkatan potensi kebakaran lahan.
Meski demikian, Tsabit menegaskan masyarakat tetap memiliki peluang mendapatkan hujan, terutama hujan lokal yang sifatnya tidak merata.
"Untuk cuaca harian bisa dipantau lewat update cuaca harian BMKG," katanya.
Dengan demikian, hujan yang berpotensi turun dalam beberapa hari hingga dua pekan mendatang lebih bersifat lokal dan sporadis, sehingga belum dapat diandalkan untuk mengakhiri periode kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Bangka Belitung.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)