BPS Klaim Sensus Ekonomi 2026 di Pangkalpinang Selesai, Satu per Satu Datangi Rumah Warga
Hendra September 02, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menyatakan pendataan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 telah rampung 100 persen per 31 Agustus 2026.

Meski seluruh petugas telah menyelesaikan kunjungan dari rumah ke rumah, BPS belum menutup sepenuhnya tahapan pendataan. Penyisiran dan pemeriksaan data masih dilakukan untuk memastikan tidak ada warga maupun pelaku kegiatan ekonomi yang terlewat.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang Dewi Savitri mengatakan, proses pengecekan tersebut dilakukan setelah seluruh petugas menyelesaikan pendataan lapangan.

"Sudah 100 persen. Seluruh petugas sudah menyelesaikan kunjungan," kata Dewi kepada Bangkapos.com, Rabu (2/9/2026).

Menurut Dewi, kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan daftar awal atau prelist yang telah disiapkan sebelum sensus.

Saat mendatangi satu per satu wilayah, petugas menemukan sejumlah warga yang belum tercantum dalam daftar tersebut. Temuan itu kemudian tetap dimasukkan sebagai bagian dari pendataan.

"Dari daftar prelist itu ketika mereka door to door ke lapangan, ada juga ketemu yang di luar daftar prelist. Itu juga tetap harus didata," ujarnya.

Temuan tersebut memungkinkan jumlah data hasil sensus berubah dibandingkan daftar awal. BPS juga masih menelusuri data dalam administrasi kependudukan yang tercatat berada di Pangkalpinang, tetapi belum ditemukan keberadaannya di lapangan.

Karena itu, BPS memperpanjang proses penyisiran hingga 15 September 2026. Tahapan ini sekaligus menjadi bagian dari penjaminan kualitas data sebelum hasil sensus masuk ke proses berikutnya.

Dewi mengatakan, pemeriksaan tidak hanya menyangkut cakupan pendataan, tetapi juga kualitas informasi yang telah dihimpun petugas.

BPS akan memastikan seluruh isian telah terisi dengan benar dan tidak terdapat informasi penting yang kosong maupun tidak sesuai.

"Untuk sementara ini kita sisir sampai dengan 15 September," kata Dewi.

Pendataan SE 2026 dilakukan menggunakan metode Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI). Petugas menggunakan telepon seluler untuk memasukkan data hasil wawancara secara langsung ke dalam sistem.

Dengan metode tersebut, data yang terkumpul telah tersimpan dalam bentuk database dan dapat dipersiapkan menuju tahap tabulasi setelah seluruh proses validasi dan pemeriksaan kualitas selesai.

"Data itu sudah siap ditabulasikan. Tapi tentunya kita akan mengecek lagi apakah cakupannya sudah betul 100 persen dan juga ada kualitas data yang harus divalidasi," tuturnya.

BPS berharap proses penyisiran dan validasi tersebut dapat memastikan hasil Sensus Ekonomi 2026 di Pangkalpinang benar-benar menggambarkan kondisi kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

Data hasil sensus nantinya menjadi salah satu sumber informasi penting untuk melihat perkembangan dan struktur kegiatan ekonomi, sekaligus menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.