TRIBUNPRIANGAN.COM – Setelah bulan Agustus diramaikan dengan adanya Gerhana Matahari Total yang terjadi pada tanggal 12 Agustus 2026, kabar akan adanya Gerhana Matahari Total pun kembali viral belakangan ini.
Pasalnya, salah satu fenomena astronomi yang menarik ini akan kembali hadir di tahun 2027 tepatnya di bulan Agustus 2026.
Gerhana ini akan terjadi pada Senin 2 Agustus 2027 dan memiliki durasi totalitas yang cukup panjang.
Berdasarkan data astronomi, fase total Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 dapat berlangsung hingga sekitar 6 menit 23 detik di lokasi dengan durasi totalitas terlama.
Fenomena tersebut terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya bagi pengamat yang berada di jalur bayangan umbra Bulan.
Baca juga: Link Live Streaming Melihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Hari Ini Resmi dari NASA
Baca juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Bisa Dilihat Warga Priangan, Begini Caranya!
Waktu Gerhana Matahari Total 2027 di Indonesia
Gerhana Matahari Total 2027 terjadi pada Senin 2 Agustus 2027.
Secara global, rangkaian gerhana berlangsung selama beberapa jam, mulai dari fase awal hingga gerhana berakhir.
Jika dikonversikan ke Waktu Indonesia Barat (WIB), berikut perkiraan waktu tahapan gerhana:
Waktu tersebut merupakan waktu berdasarkan rangkaian kejadian gerhana secara global yang dikonversikan ke WIB. Waktu gerhana yang dapat diamati dari suatu wilayah dapat berbeda bergantung pada posisi geografisnya.
Baca juga: Keutamaan Sholat Sunnah Gerhana Matahari Total 12 Agustus Meski Tak terlihat di Indonesia
Baca juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Jam Berapa dan Dimana Saja yang Kebagian
Wilayah yang Dilintasi Gerhana Matahari Total 2027
Jalur totalitas Gerhana Matahari 2 Agustus 2027 membentang melintasi sejumlah wilayah di belahan bumi utara. Beberapa wilayah yang berada di jalur totalitas antara lain sebagai berikut:
Jalur gerhana kemudian membentang dari wilayah Eropa Selatan dan Afrika Utara menuju kawasan Timur Tengah hingga Afrika bagian timur. Wilayah di luar jalur totalitas tetap dapat mengalami gerhana Matahari sebagian, tergantung lokasi pengamat.