Hujan Tiba-tiba di Musim Kemarau, Pengendara Motor Wajib Tahu 5 Bahaya Ini!
Rifatun Nadhiroh September 02, 2026 02:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG – Cuaca di Indonesia belakangan semakin sulit diprediksi.

Hujan yang turun tiba-tiba, termasuk setelah kondisi sebelumnya terik dan kering, menjadi salah satu tantangan bagi pengendara sepeda motor di jalan raya.

Agustus yang umumnya identik dengan puncak musim kemarau dan kondisi jalan kering kini tidak selalu demikian.

Perubahan kondisi iklim membuat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi secara tiba-tiba.

Baca juga: Tips Aman Berkendara Motor Honda di Tengah Cuaca Tak Menentu dan Hujan

Situasi tersebut perlu menjadi perhatian pengendara sepeda motor.

Perubahan kondisi jalan dan jarak pandang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Mukammad Aldy Irvansyah, mengatakan pengendara perlu mengenali berbagai potensi bahaya di jalan agar dapat melakukan antisipasi sejak awal.

Menurutnya, kewaspadaan menjadi semakin penting ketika pengendara menghadapi kondisi cuaca yang berubah dengan cepat.

Berikut sejumlah potensi bahaya yang perlu diwaspadai pengendara sepeda motor saat berkendara di tengah cuaca tidak menentu:

1. Jalan Menjadi Licin

Hujan pertama setelah periode kering yang panjang dapat membuat permukaan jalan menjadi sangat licin.

Debu, kotoran, hingga sisa oli yang menumpuk di permukaan aspal dapat bercampur dengan air hujan sehingga daya cengkeram ban terhadap jalan berkurang.

Kondisi ini semakin berbahaya ketika pengendara melakukan pengereman, berbelok, atau manuver secara tiba-tiba.

2. Jarak Pandang Berkurang

Hujan deras juga dapat membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas.

Air hujan yang membasahi kaca helm, ditambah cipratan air dari kendaraan lain serta derasnya hujan, dapat mengganggu penglihatan.

Pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi tersebut dan tidak memaksakan diri melaju cepat ketika pandangan ke depan tidak optimal.

3. Jarak Pengereman Lebih Panjang

Permukaan jalan yang basah membuat proses pengereman membutuhkan jarak lebih panjang dibandingkan saat kondisi jalan kering.

Karena itu, pengendara disarankan menghindari pengereman secara mendadak. Pengereman sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terkontrol untuk mengurangi risiko ban kehilangan daya cengkeram.

4. Waspadai Genangan Air

Genangan air juga menjadi salah satu ancaman bagi pengendara sepeda motor.

Ban yang melaju di atas genangan berpotensi kehilangan kontak dengan permukaan aspal. Kondisi ini dikenal sebagai aquaplaning atau hydroplaning.

Ketika daya cengkeram berkurang, motor dapat menjadi sulit dikendalikan. Karena itu, pengendara perlu berhati-hati ketika menemukan genangan, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.

5. Antisipasi Manuver Mendadak Pengendara Lain

Hujan yang turun secara tiba-tiba juga dapat membuat pengguna jalan lain panik.

Pengendara lain mungkin melakukan pengereman mendadak, berpindah jalur, atau berbelok secara tiba-tiba untuk mencari tempat berteduh.

Situasi tersebut perlu diantisipasi dengan menjaga jarak aman dan memberikan ruang yang cukup untuk melakukan pengereman atau menghindar jika terjadi kondisi tak terduga.

Kurangi Kecepatan dan Perbanyak Jarak Aman

Aldy mengatakan salah satu cara paling penting untuk meningkatkan keselamatan berkendara saat cuaca tidak menentu adalah menyesuaikan kecepatan.

Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan agar memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk merespons perubahan kondisi jalan maupun gerakan pengguna jalan lain.

Jarak dengan kendaraan di depan juga perlu diperlebar. Dengan begitu, pengendara memiliki ruang pengereman yang lebih aman apabila kendaraan di depan tiba-tiba berhenti.

Selain itu, pengendara disarankan menghindari pengereman mendadak dan melakukan pengereman secara bertahap.

Menyalakan lampu utama pada siang hari juga dianjurkan agar keberadaan sepeda motor lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.

Dari sisi perlengkapan, pengendara perlu mempersiapkan perlengkapan berkendara yang sesuai dengan kondisi cuaca. Salah satunya adalah membawa jas hujan model setelan atas dan bawah.

“Ada baiknya kita berjaga-jaga untuk keamanan dan kenyamanan kita saat berkendara di tengah situasi apa pun. Utamakan #Cari_Aman berkendara dalam keadaan apa pun karena keluarga kita sudah menunggu di rumah,” kata Aldy. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.