Ingin Anak Tumbuh Optimal? Ini Cara Pilih Olahraga Sesuai Tumbuh Kembang
GH News September 02, 2026 09:08 PM
Jakarta -

Banyak orang tua memilih olahraga tertentu untuk meningkatkan tinggi badan anak. Padahal, tidak ada satu jenis olahraga yang terbukti secara konsisten membuat anak lebih tinggi. Aktivitas fisik tetap penting untuk kesehatan tulang, kebugaran, perkembangan motorik, serta kesehatan fisik dan mental.

Karena itu, olahraga sebaiknya disesuaikan dengan usia, tumbuh kembang, kemampuan, minat, dan kondisi kesehatan anak.

Menurut dr Surya Santosa, SpKO dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), aktivitas fisik pada anak sebaiknya diperkenalkan secara bertahap dan disesuaikan dengan tahap perkembangannya. Pada usia dini, aktivitas fisik sebaiknya dilakukan melalui permainan yang menyenangkan dan bervariasi, seperti berlari, melompat, melempar, menjaga keseimbangan, dan berbagai aktivitas yang melatih koordinasi tubuh.

"Seiring bertambahnya usia dan kemampuan, anak dapat diperkenalkan pada aktivitas fisik maupun olahraga yang lebih terstruktur. Yang terpenting bukan memilih satu olahraga tertentu untuk mengejar tinggi badan, tetapi memastikan anak aktif secara rutin, menikmati aktivitasnya, dan mendapatkan variasi gerak yang sesuai dengan usianya," kata dr Surya, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Kemudian, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak dan remaja usia 5-17 tahun dianjurkan melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari, dengan aktivitas intensitas berat serta penguatan otot dan tulang setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa latihan olahraga formal. Bermain aktif, berjalan atau bersepeda, aktivitas di sekolah, olahraga, maupun aktivitas fisik bersama keluarga dapat berkontribusi terhadap kebutuhan aktivitas harian anak.

Pemilihan aktivitas perlu disesuaikan dengan usia, kemampuan fisik, dan pengalaman olahraga anak. Menurut dr Surya, program latihan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai respons tubuh dan perkembangan anak.

"Basket, renang, sepak bola, bulu tangkis, senam, hingga latihan penguatan otot dapat menjadi pilihan selama dilakukan sesuai kemampuan, dengan teknik yang tepat dan supervisi," ujar dr Surya.

Namun, orang tua tidak perlu memilih olahraga tertentu dengan anggapan dapat menambah tinggi badan. Menurut dr Surya, yang lebih penting adalah anak aktif secara konsisten, nutrisi cukup, tidur yang baik, serta kondisi kesehatan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, potensi anak juga perlu diperhatikan dalam menentukan jenis olahraga dan program latihannya. dr Eddy Fadlayana, SpA(K), MKes dari Mayapada Hospital Bandung (MHBD) menjelaskan potensi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan anak dalam olahraga tertentu, tetapi juga dapat dilihat dari perkembangan kemampuan motorik dan fisiknya, seperti koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, kekuatan, maupun daya tahan.

Meski demikian, aktivitas fisik hanyalah salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan. dr Eddy menyebut faktor lainnya turut dipengaruhi oleh genetik, kecukupan gizi, kualitas tidur, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

"Orang tua perlu menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemantauan tumbuh kembang secara berkala agar setiap hambatan dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin," jelas dr Eddy.

Karena itu, orang tua tidak perlu memaksakan jenis atau program olahraga tertentu dengan harapan dapat menambah tinggi badan anak. dr Eddy menambahkan, yang terpenting adalah memastikan aktivitas fisik sesuai dengan kondisi, potensi, dan tahap tumbuh kembangnya.

"Jika tinggi badan tidak bertambah sesuai usia atau kurva pertumbuhannya melambat, segera konsultasikan ke dokter agar kondisi dan tumbuh kembangnya dapat dievaluasi," ujar dr Eddy.

Pemantauan pola pertumbuhan menjadi bagian penting untuk melihat apakah tumbuh kembang anak berjalan sesuai tahap usianya. MHBD memiliki layanan Pediatric Center yang didukung ruang rawat inap khusus anak (Pediatric Ward) dalam satu lantai, Pediatric Emergency 24 jam, serta 11 dokter spesialis dan subspesialis anak.

Layanan tumbuh kembang juga mencakup Klinik Tumbuh Kembang & Neurobehavior, dengan layanan terapi okupasi, terapi wicara, terapi sensori integrasi, fisioterapi anak, psikotes, tes minat dan bakat, tes kesiapan sekolah, serta konseling pola asuh dan keluarga.

Pediatric Center menangani berbagai masalah kesehatan anak, mulai dari alergi, gangguan pencernaan, ginjal, jantung, dan infeksi hingga kebutuhan khusus seperti autisme dan disleksia. Layanan ini tersedia di unit MHJS, Kuningan, Jakarta Timur, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara.

Kasus kegawatdaruratan pada anak dapat ditangani melalui Pediatric Emergency dengan Spesialis Anak standby 24 jam on-site di MHJS, Kuningan, Bogor dan Bandung, sehingga anak dapat memperoleh penanganan dengan cepat dan tepat.

Untuk mendukung aktivitas fisik anak lewat olahraga dan intensitas latihan yang tepat Mayapada Hospital memiliki Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) untuk menyusun program latihan sesuai kebutuhan anak, didukung fasilitas seperti Body Composition Analysis, dan VO2 Max, untuk latihan yang lebih aman dan terarah.

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, kebugaran tubuh dapat dipantau melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.