Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Petugas gabungan TNI-Polri, Damkar dan BPBD serta aktivis masyarakat peduli api termasuk warga kaki Gunung Ciremai mengikuti latihan kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan ladang (Karhutla) di Blok Batu Luhur, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini bukan hanya sebagai pelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saja, melainkan juga sebagai upaya pencegahan terhadap kegiatan pembalakan liar di kawasan hutan dan ladang Gunung Ciremai.
Paguyuban KTH Siliwangi Majakuning dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang beranggotakan 1.027 orang mendapat pelatihan dan pemberian materi terkait Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari petugas UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan dan dari pegiat lingkungan Gema Jabar Hejo.
"Agenda pelatihan dan pemberian materi ini dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme Masyarakat Peduli Api (MPA) dari perwakilan 28 desa penyangga binaan Paguyuban Siliwangi Majakuning, dan sebagai garda terdepan perlindungan karhutla dan konservasi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC)," kata Camat Pasawahan, Asep Dudi Riyadi kepada wartawan.
Asep Dudi Riyadi mengungkapkan dalam upaya konservasi ini, masyarakat adalah ujung tombak yang sangat vital.
"Masyarakat adalah ujung tombak utama dan pelatihan-pelatihan pemadaman dan mitigasi seperti ini harus rutin dilakukan setiap tahun untuk menjaga kelestarian hutan kita," kata Asep.
Di tempat sama Kapolsek Pasawahan, Iptu Enang Kurnia, mengaku pentingnya kekompakan antar-instansi.
"Penanganan bencana alam maupun kejahatan lingkungan tidak bisa dilakukan sendirian. Semua unsur, baik masyarakat maupun pemerintahan, termasuk TNI dan Polri, bergerak bersama-sama," kata Kapolsek.
Danramil Pancalang Kodim 0615/Kuningan, Kapten Inf Sunardi, mengakui bahwa medan di kawasan Gunung Ciremai cukup berat.
"Meski ada keterbatasan jumlah anggota dan medannya berat, kami selalu proaktif bergabung dalam kegiatan MPA."
"Kami turun bersama warga sejak dini sebelum sebuah kejadian dengan melakukan patroli gabungan untuk meminimalisasi risiko," ucap Kapten Sunardi.
Plt Ketua Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Siliwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, mengatakan bahwa kesadaran warga saat ini sudah sangat tinggi.
"KTH MPA yang diformalkan sejak 2021 ini fokus pada tiga fungsi utama perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan. Saat ini total anggota kami mencapai 1.076 orang yang tergabung dalam 28 KTH," katanya.
Nandar menambahkan, kunci keberhasilan ini adalah ketika masyarakat sudah merasakan manfaat langsung dari kelestarian hutan, seperti melimpahnya Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan ketersediaan air bersih.
Baca juga: Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Ekstrem Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara