Kompetisi JFL Bakso KampungQu Buka Jalan Talenta Muda ke KAFI Yogyakarta Academy
Joko Widiyarso September 02, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Junior Football League (JFL) Bakso KampungQu 2026 tak sekadar menjadi panggung bagi pesepak bola usia dini untuk mengejar trofi. 

Turnamen yang akan digelar di Stadion Tridadi, Sleman, Sabtu (5/9/2026), itu juga membuka jalan bagi talenta-talenta muda untuk melanjutkan pembinaan di level yang lebih tinggi.

Sebanyak 11 pemain terbaik yang tampil dalam ajang tersebut nantinya akan dipilih untuk mendapatkan kesempatan beasiswa di KampungQu Football Indonesia (KAFI) Yogyakarta Academy.

CEO Bakso KampungQu, Heri Kurniawan, mengatakan program tersebut menjadi salah satu tujuan utama digelarnya JFL Bakso KampungQu 2026. 

Turnamen ini diharapkan mampu menemukan pemain-pemain muda potensial yang memiliki prospek untuk berkembang lebih jauh.

“Dari ajang ini, sebanyak 11 pemain terbaik yang terpilih bakal mendapatkan beasiswa di KAFI Academy. Harapan kami turnamen ini bisa memacu semangat anak-anak serta melahirkan talenta muda berbakat yang siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Heri di Yogyakarta, Rabu (2/9/2026).

Untuk mendukung tujuan tersebut, JFL Bakso KampungQu tidak menggunakan format turnamen dengan sistem gugur. 

Kompetisi kelompok usia (KU) U-11 ini menerapkan sistem liga agar seluruh pemain mendapatkan kesempatan bermain yang lebih merata.

Bahkan, setiap pergantian setengah babak pemain diwajibkan untuk diganti. Aturan tersebut dibuat agar pemain tidak hanya menjadi penghuni bangku cadangan, tetapi memiliki pengalaman bertanding yang cukup.

“Tidak ada sistem gugur, modelnya liga. Di setiap pergantian setengah babak, pemain wajib diganti. Sehingga memberikan kesempatan bagi seluruh anak untuk bermain secara adil karena ini murni untuk pembinaan,” ujar Heri.

Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya memberikan ruang bagi pemain-pemain yang selama ini mungkin kurang mendapatkan kesempatan tampil dalam kompetisi.

Berburu menit bermain 

Menurut Heri, menit bermain sangat penting bagi pemain usia dini karena berkaitan dengan proses membangun pengalaman sekaligus kepercayaan diri.

Karena itu, JFL Bakso KampungQu ingin menempatkan kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan, bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara.

Turnamen ini juga diharapkan mendorong SSB untuk konsisten mengembangkan pemain dari pembinaan internal. Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi klub dan SSB untuk menemukan serta mengembangkan talenta dari proses pembinaan mereka sendiri.

JFL Bakso KampungQu 2026 sekaligus digelar dalam rangka memperingati Milad ke-16 Bakso KampungQu dan pra-launching KAFI Academy.

KAFI Academy sendiri memiliki modal prestasi setelah berhasil menjadi runner-up Liga 4 DIY 2026.

Selain kesempatan mendapatkan beasiswa, seluruh pemain yang ambil bagian juga akan memperoleh trofi, medali, serta sertifikat atau piagam resmi dari Asprov PSSI DIY.

Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih SSB peserta. Panitia menyiapkan sepatu bola gratis bagi para pelatih sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membina pemain-pemain usia dini.

Dengan demikian, JFL Bakso KampungQu 2026 ingin menghadirkan lebih dari sekadar kompetisi satu hari. Dari Stadion Tridadi, para pemain U-11 mendapatkan kesempatan untuk bermain, menunjukkan kemampuan, sekaligus membuka peluang melanjutkan perjalanan pembinaan bersama KAFI Academy.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.