2.389 Pramuka Madrasah Ikuti Kemah KPMP 2026 di Gowa, Prof Farid Tekankan Karakter dan Kebangsaan
Saldy Irawan September 02, 2026 09:19 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 2.389 Pramuka Penggalang dan Penegak dari madrasah se-Sulawesi Selatan mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) 2026 di Bumi Perkemahan Cadika Limbung, Kabupaten Gowa.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Prof HM Farid F Saenong, Ph.D, Rabu (2/9/2026).

Prof Farid bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka KPMP 2026 yang berlangsung selama empat hari, 2-5 September 2026.

KPMP 2026 diikuti 1.089 Pramuka Penggalang dan 1.300 Pramuka Penegak.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 2.800 bina damping dan unsur pendukung lainnya.

Pembukaan dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Gowa, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulsel, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.

Dalam amanatnya, Prof Farid menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai keagamaan dan kebangsaan dalam pembentukan karakter generasi muda madrasah.

"Nilai-nilai yang terkait dengan kebangsaan harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan. Keduanya harus menjadi satu kesatuan dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat," ujar Prof Farid.

Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, rasa tanggung jawab, kecintaan terhadap bangsa, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter karena mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab.

"Jadikan kemah ini sebagai ruang belajar, ruang membangun persahabatan, ruang mengembangkan karakter, dan ruang untuk belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab," pesannya.

Dorong Kepedulian Lingkungan

KPMP 2026 juga mengangkat isu lingkungan melalui penguatan ekoteologi.

Konsep tersebut diarahkan untuk menanamkan pemahaman kepada peserta bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.

Kegiatan pembukaan turut dirangkaikan dengan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir.

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak generasi muda terlibat dalam pelestarian alam.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid mengatakan KPMP 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan keterampilan generasi muda madrasah.

"KPMP Tahun 2026 merupakan kegiatan pertemuan besar dalam rangka pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang kuat, mandiri, serta memiliki rasa kebangsaan yang tinggi," ujarnya.

Peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan kepemimpinan, kemandirian, kerja sama, literasi digital, serta keterampilan abad ke-21.

Kakanwil berharap peserta dapat menerapkan pengalaman dan nilai yang diperoleh selama kemah dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadilah Pramuka yang tidak hanya terampil dan tangguh, tetapi juga memiliki akhlak mulia, menghormati perbedaan, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan bangsa," pesannya.

KPMP 2026 diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda madrasah untuk memperkuat karakter, nilai keagamaan dan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.