Strategi Baru Petrokimia Gresik Kembangkan Smart Farming, Petani Makin Untung dan Modern
Dyan Rekohadi September 03, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK – PT Petrokimia Gresik mengawinkan teknologi pertanian modern dan strategi pemasaran terpadu guna memberi nilai tambah bagi para petani.

Langkah strategis itu diterapkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan sekaligus memodernisasi ekosistem pertanian nasional.

Lewat integrasi itu, para petani mendapat pendampingan langsung agar budidaya tanaman menjadi lebih presisi, efisien, dan berproduksi tinggi.

Baca juga: Teror Eksibisionis Sasar Pekerja Wanita di Cerme Gresik, Polisi Buru Pelaku

 

Saling Terhubung demi Solusi Tepat

Direktur Keuangan & Umum PT Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menegaskan bahwa modernisasi pertanian tidak cuma soal aplikasi teknologi di lapangan.

Menurut sosok yang akrab disapa Adit itu, interaksi dari pendampingan lapangan menjadi data penting untuk menghadirkan produk yang relevan.

“Interaksi serta kebutuhan petani yang diperoleh melalui pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan smart marketing, sehingga perusahaan dapat menghadirkan produk dan solusi yang semakin relevan bagi pelanggan,” kata Adit, Rabu (3/9/2026).

Pendekatan itu juga memperluas jangkauan pasar perusahaan hingga ke segmen urban farming di berbagai wilayah.

Baca juga: Program Pestani Rawit Groo Festival di Poncokusumo, Kabupaten Malang, Petrokimia Gresik Bantu Petani

 

Andalkan Drone dan Platform Komunitas

Salah satu wujud nyata strategi itu adalah layanan Petrokimia Gresik Smart Precision Farming Service (Petrospring).

Layanan itu memanfaatkan teknologi drone pemupukan yang membuat proses perawatan tanaman jauh lebih cepat dan tepat.

Sejak 2024 hingga 2026, layanan itu telah menggarap 5.683 hektare lahan dan melayani 458 pelanggan dengan dukungan 29 mitra korporasi.

Selain itu, perusahaan mengembangkan platform Pestani untuk melakukan uji coba produk dan aktivasi komersial berbasis komunitas.

Melalui mini demplot, para petani bisa membuktikan langsung kualitas produk di lapangan sebelum melakukan pembelian.

Baca juga: Sensasi Petik Buah Segar dari Lahan, Warga Gresik Antusias Padati Kebun Percobaan Petrokimia Gresik

 

Dongkrak Hasil Panen hingga 18 Persen

Hingga kini, program itu telah merangkul 982 petani di 19 daerah Pulau Jawa untuk komoditas melon, semangka, cabai rawit, kentang, dan bawang merah.

Program itu berhasil membentuk 25 komunitas petani baru dan mendongkrak produktivitas panen hingga 18 persen.

Adit menilai pencapaian itu membuktikan bahwa strategi pemasaran harus sejalan dengan penciptaan nilai nyata bagi konsumen.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat integrasi smart farming dan smart marketing. Tujuannya bukan hanya meningkatkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan solusi yang kami hadirkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.