Donald Trump Usulkan Penggantian Nama Selat Hormuz jadi Selat Trump
Suci BangunDS September 03, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan usulan kontroversial terkait penamaan sebuah daerah.

Melalui jaringan media sosial Truth Social, Trump menyampaikan bahwa dirinya ingin mengubah nama Selat Hormuz menjadi "Selat Trump". 

Usulan tersebut disampaikan pada Rabu (2/9/2026) waktu setempat dengan Kamis dini hari, 3 September 2026 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Trump menegaskan klaim sepihak atas kendali Amerika Serikat terhadap jalur perairan vital tersebut, di tengah kecamuk pertempuran yang masih sengit dengan Iran.

"Sekarang setelah berada di bawah kendali AS, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP??? Seperti Amerika sendiri, wilayah ini akan 'lebih panas' dari sebelumnya!"

Tidak lama setelah unggahan tersebut, pihak Gedung Putih turut membagikan peta kawasan Teluk di media sosial dengan menandai jalur perairan tersebut sebagai "Selat Trump" disertai keterangan, "Nama itu terdengar cukup bagus,".

Langkah sepihak oleh presiden berusia 80 tahun ini untuk mengganti nama badan air internasional dengan namanya sendiri dilakukan di tengah perang enam bulan dengan Iran yang sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kebiasaan Trump Ubah Nama Seenak Sendiri

Baca juga: Deteksi Sinyal Krisis, Belanda Tarik Simpanan 86 Ton Emas dari AS dan Kanada

Sejak kembali menduduki kursi kepresidenan tahun lalu, Trump memang diketahui telah melakukan serangkaian usulan pengubahan nama geografis yang awalnya tampak seperti upaya untuk memprovokasi lawan politiknya. 

Pekan lalu, politisi dari Partai Republik ini menandatangani dekrit yang resmi mengubah nama Danau Ontario menjadi "Danau Amerika" di tengah ketegangan perang dagang dengan negara tetangga Kanada.

Selain itu, Trump juga mengubah nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika" pada hari pertamanya kembali berkantor di Gedung Putih pada Januari 2025.

Kedua kontroversi perubahan sepihak tersebut pun menuai penolakan oleh Meksiko maupun Kanada.

Tidak hanya itu, Trump turut mengembalikan nama puncak tertinggi di North America, Denali, ke nama aslinya yaitu Gunung McKinley.

Kegemarannya menamai berbagai hal dengan identitasnya sendiri juga merambah ke berbagai fasilitas dan program publik, seperti pusat seni Kennedy di Washington hingga situs web penjualan obat "Trump Rx".

Sementara itu, Departemen Keuangan AS pada hari Rabu waktu setempat turut menerbitkan koin peringatan bergambar wajah Trump untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan AS, sebuah langkah yang dinilai bertentangan dengan hukum federal yang melarang penampilan presiden yang masih hidup pada mata uang resmi Amerika Serikat.

Konflik Memanas dengan Iran

Usulan tersebut disinyalir turut bertujuan untuk mengalihkan perhatian publik dari konflik dengan Iran yang memicu lonjakan harga minyak di AS menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.

Ketegangan kembali memuncak setelah sempat mereda selama beberapa pekan; pasukan AS meluncurkan serangan baru di dekat Selat Hormuz pada Selasa (1/9/2026) sebagai respons atas upaya penebaran ranjau yang dituduhkan kepada Iran.

Baca juga: Hampir 1.000 Jam di TV AS, Strategi Netanyahu Kompori Amerika Menyerang Iran

Pihak Iran lantas mengecam keras serangan yang dilaporkan menewaskan empat orang dalam sebuah acara pernikahan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.

Sebagai bentuk aksi balas dendam, Iran meluncurkan gelombang serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Irak.

Teheran juga secara efektif menutup jalur vital yang menopang seperlima pasokan minyak dunia tersebut, sebagai respons atas perang yang dimulai oleh aliansi Trump dan Israel pada akhir Februari lalu.

Di tengah situasi yang kian memanas ini, Trump dalam beberapa pekan terakhir secara konsisten melontarkan ancaman untuk mengklaim kedaulatan penuh atas Selat Hormuz, bahkan sempat mengunggah peta yang melabeli jalur perairan krusial itu sebagai "wilayah baru AS."

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.