TRIBUNNEWS.COM, AS - Kasus penembakan kembali melanda Amerika Serikat (AS).
Terbaru, Rabu (2/9/2026) waktu AS, sebanyak dua orang tewas setelah terjadi penembakan di sebuah gedung apartemen di pusat kota Minneapolis.
Tiga petugas polisi Minneapolis juga terluka dalam kejadian itu.
"Termasuk dua diantaranya akibat luka tembak," kata Sersan Polisi Garrett Parten dalam konferensi pers pada Rabu malam.
Ketiga petugas tersebut dalam kondisi stabil, menurut Pusat Medis Hennepin County.
Panggilan darurat 911 tentang tembakan yang dilepaskan ke gedung itu masuk tepat setelah pukul 4:30 sore dan dalam waktu tiga menit petugas memasuki gedung tinggi tersebut dan menemukan para korban.
Mereka mendengar lebih banyak suara tembakan dan mengikutinya suara tembakan itu ke lantai atas.
"Polisi menemukan kabut yang secara signifikan membatasi jarak pandang mereka," katanya.
Parten tidak memberikan detail tambahan tentang kabut tersebut.
Salah satu petugas kini sedang menjalani operasi.
“Ini adalah peristiwa yang sangat tragis dan pikiran serta doa kami bersama keluarga, orang-orang terkasih dari mereka yang kehilangan nyawa, mereka yang terluka, dan para petugas yang terluka beserta keluarga mereka,” kata Parten.
Salah satu korban tewas tertembak di tempat kejadian dan satu lagi meninggal setelah tiba di rumah sakit.
Parten mengatakan belum jelas bagaimana pelaku penembakan itu meninggal.
Hennepin County Medical Center mengatakan pihaknya menerima tujuh pasien dari kejadian itu tetapi tidak memberikan informasi tambahan tentang kondisi para korban luka.
Seorang saksi mata bernama Julius Bailey sedang duduk di luar gedung apartemennya ketika mendengar suara tembakan dan melihat seorang pria yang dikenalnya sebagai penghuni gedung tersebut memegang pistol.
Bailey mengatakan dia mendengar seorang wanita berteriak dan segera mulai berlari. Dia mengatakan dia menghitung delapan tembakan.
Bailey mengenali pria yang memegang senjata itu karena pria tersebut dikenal suka memamerkan senjatanya.
Bailey mengatakan bahwa ia telah berusaha menghindari pria itu sejak pindah ke gedung tersebut pada bulan Juni.
“Aku bisa tahu dia adalah orang yang bermasalah,” katanya.
Chris Miller, yang juga tinggal di gedung apartemen tersebut, juga mendengar rentetan tembakan dan segera berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
Ia mengenal pelaku penembakan tersebut dan bertemu seseorang di lorong dengan pistol awal pekan ini dan melaporkan orang tersebut kepada pihak manajemen.
Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan polisi mengarahkan senapan ke atas ke arah menara apartemen dekat Minneapolis Convention Center.
Para pejabat memperingatkan warga untuk menghindari lingkungan Loring Park yang padat penduduk di dekatnya.
Sering terjadinya kasus penembakan di Amerika Serikat disebabkan oleh kombinasi tingginya kepemilikan senjata api, lemahnya regulasi, serta faktor psikologis dan sosial.
Pada tahun 2019, total jumlah kematian terkait senjata api di AS adalah 33.599.
Pada tahun 2022, jumlah kematian meningkat menjadi 44.290 - peningkatan sebesar 31 persen.
Sebagian besar kematian ini adalah bunuh diri dengan menggunakan senjata api, diikuti oleh pembunuhan.
Dan sepanjang 2025 sedikitnya 40.000 orang menjadi korban kekerasan senjata api di AS.
Sumber: Associated Press