TRIBUNNEWS.COM - Program dialog Overview Tribunnews edisi Rabu, 2 September 2026 mengangkat tema "Karhutla di Bumi Kalimantan".
Dialog ini menghadirkan dua narasumber, yaitu:
Simak dialog ini melalui kanal YouTube Tribunnews.
Pada talkshow ini, Ketua Umum IABI menjelaskan bahwa krisis karhutla saat ini adalah "bencana sempurna" akibat kombinasi fenomena El Nino, lahan gambut yang mudah terbakar, serta tindakan pembakaran lahan secara sengaja oleh oknum.
Ia menekankan pentingnya respons cepat, teknologi early warning system, dan kolaborasi pentahelix untuk pencegahan.
Di sisi lain, Ketua Umum Pemuda Dayak melaporkan kondisi di Kalimantan Barat sangat mengkhawatirkan dengan kabut asap yang membahayakan kesehatan warga.
Lino menyoroti kendala utama di lapangan berupa minimnya sarana prasarana seperti pompa air, serta mendesak pemerintah agar tidak menyalahkan masyarakat adat, melainkan fokus pada gotong royong dan dukungan alat pemadaman untuk relawan.
Diketahui, kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla kembali menjadi persoalan serius di Kalimantan.
Titik panas yang terus bermunculan menjadi tanda ancaman kebakaran belum dapat dikendalikan sepenuhnya.
Sementara masyarakat di beberapa daerah mulai berhadapan dengan asap, menurunnya kualitas udara dan risiko terganggunya aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), titik api akibat karhutla di Kalimantan terus bertambah.
Di Kalimantan Tengah luas lahan yang terbakar mencapai 7.634 hektar.
Sementara itu di Kalimantan Selatan, kebakaran lahan di kawasan gambut sulit dipadamkan. Adapun luas lahan yang terbakar mencapai 8.019 hektar.
Sementara di Kalimantan Barat, total luas lahan yang terbakar mencapai 38.310 hektar.
(Tribunnews.com)