334 Siswa hingga Guru di Agam Sumbar Keracunan setelah Santap Menu MBG
Wahyu Gilang Putranto September 03, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah korban dugaan keracunan makanan di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, melonjak hingga mencapai 334 orang per Rabu (2/9/2026).

Ratusan korban yang terdiri atas siswa, guru, ibu menyusui, hingga balita dilarikan ke fasilitas kesehatan usai menyantap paket program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Camat Palupuh, Nong Rianto Dt. Maruhun, memaparkan bahwa mayoritas korban berasal dari lingkungan sekolah dasar.

Rinciannya mencakup 274 siswa SD dan 19 guru SD se-Kecamatan Palupuh.

“Kemudian 40 siswa dari SMPN 1 Palupuh, dan dua orang guru sekolah tersebut,” ucapnya saat dikonfirmasi Tribun Padang.

Kendati lonjakan kasus terjadi secara bersamaan, pihak kecamatan belum berani menyimpulkan penyebab pasti insiden ini.

“Kita belum bisa memastikan karena mengonsumsi MBG, tapi 334 orang data yang kita himpun memang keracunan sejak kemarin,” ungkapnya.

Nong Rianto menambahkan bahwa gejala klinis yang dialami para korban cukup seragam.

Pihak kecamatan pun telah menerjunkan petugas ke lapangan guna memantau perkembangan penanganan medis.

“Ada yang mual, muntah, pusing hingga diare, kita sudah utus tim untuk meninjau ke lapangan,” tambahnya.

Baca juga: MBG Watch Tanggapi Keracunan Massal di Sidoarjo dan Agam: Bukti Kegagalan Sistemik BGN

Secara terpisah, Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, mengungkapkan bahwa sajian yang dikonsumsi para korban pada Selasa (1/9/2026) bersumber dari posyandu serta sekolah. Sebaran dampak menyasar empat SD dan lima TK di wilayahnya.

“Menu terakhir yang disantap oleh siswa, ibu menyusui dan anak bayi adalah telur puyuh dan tempe. Menunya sama, baik di sekolah atau posyandu,” ucapnya.

Novri menerangkan, gelombang keluhan medis awalnya tercatat menjangkiti seratusan orang sebelum akhirnya meluas ke berbagai nagari.

“Benar, berdasarkan data sementara kita, kurang lebih 100 orang lebih diduga keracunan usai menyantap MBG,” ucapnya.

Menurut Novri, keluhan kesehatan mulai bermunculan beberapa jam usai santap siang pada Selasa lalu, sebelum akhirnya memuncak pada Rabu siang akibat banyaknya pasien baru yang berdatangan.

“Kejadiannya mulai kemarin, setelah menyantap MBG, ada yang pusing, mual hingga muntah, kemudian dilarikan ke Puskesmas Koto Rantang, hingga rumah sakit di Bukittinggi,” jelasnya.

“Mulai terasa keluhan oleh warga sejak kemarin, puncaknya hari ini, bahkan puskesmas kewalahan menampung pasien,” tambahnya.

Kondisi fasilitas kesehatan tingkat pertama yang kelebihan kapasitas memaksa rujukan massal bagi pasien dengan gejala sedang hingga berat ke fasilitas rujukan lanjutan.

“Sejak kemarin hingga hari ini, antrean di puskesmas sangat banyak dan panjang, petugas kesehatan kewalahan karena melayani pasien. Makanya yang parah dilarikan ke rumah sakit di Bukittinggi,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.