Angka Kemiskinan Sumba Timur Turun Jadi 25,64 Persen pada 2025
Ryan Nong September 03, 2026 09:43 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Angka kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan. 

Sebelumnya, pada tahun 2024, kemiskinan berada di angka 27,04 persen dan pada tahun 2025 turun menjadi 25,64 persen.

Persentase kemiskinan itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumba Timur, Imelda Sandrawati Ambot saat ditemui di kantornya pada Rabu, 2 September 2026.

Ia mengatakan, angka 25,64 persen itu setara dengan lebih dari 70 ribu penduduk Sumba Timur yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman.

Baca juga: Hanya Sebulan Menjabat, Kapolres Sumba Timur Dimutasi, Warga Pertanyakan

“Penduduk yang memiliki pendapatan atau kemampuan belanja bulanan mereka belum cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan pokok minuman, makanan dan non makanan,” katanya.

Imelda menyebutkan, dalam lima tahun terakhir, persentase kemiskinan di Sumba Timur menurun, tetapi tidak signifikan.

Disebutnya, pada tahun 2021 sebesar 29,68 persen, 2022 sebesar 28,22 persen, 2023 sebesar 28,08 persen, 2024 sebesar 27,04 persen dan 2025 sebesar 25,64 persen.

Ia mengatakan, penduduk yang masuk dalam kategori miskin adalah mereka yang rata-rata pengeluaran per kapita dalam rumah tangganya setiap bulan di bawah Rp481.754.

Pengukurannya, kata dia, menggunakan pendekatan kebutuhan dasar masyarakat melalui Survei Sosial Ekonomi, di mana BPS merekam konsumsi makanan dan non makanan yang menjadi dasar perhitungan tersebut.

Kemiskinan Ekstrem Turun

Ia menyebutkan, kemiskinan ekstrem juga turun. Pada tahun 2024 sebanyak 8,39 persen, turun menjadi 6,43 persen pada tahun 2025.

Menurut Imelda, penurunan angka kemiskinan itu menjadi salah satu indikator bahwa berbagai intervensi pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, sektor pertanian dan UMKM.

“Tren penurunan kemiskinan ekstrem menunjukkan adanya intervensi pemerintah dalam mendukung sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, pertanian dan dukungan kepada UMKM,” ungkapnya. (dim)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.