Karhutla Di Kabupaten Touna Hanguskan 210,02 Ha, Terjadi Sejak Awal Agustus 2026
Regina Goldie September 04, 2026 02:24 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Fenomena El Nino melanda wilayah Sulawesi Tengah sejak Mei 2026.

Akibatnya sejumlah wilayah mengalami kekeringan hingga terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Di Sulteng sendiri, wilayah paling tinggi terdampak Karhutla yaitu Kabupaten Tojo Una-una (Touna).

Berdasarkan informasi dari BPBD Sulteng, Kabupaten Touna dilanda karhutla sejak awal Agustus 2026.

Sampai saat ini, tercatat sebanyak 26 kali Karhutla melanda sejumlah wilayah di Kabupaten tersebut.

"Untuk Kabupaten Touna ada 26 kejadian," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sulteng, Asbudianto, Jumat (4/9/2026).

Dari 26 kejadian, luasan lahan yang dilalap api sekitar 210,02 Hektare.

Laporan BPBD Sulteng juga menyebutkan, beberapa laporan kebakaran diduga akibat puntung rokok dan musim kemarau.

Hingga saat ini, masih terdapat laporan baru dari karhutla di Kabupaten Touna.

Baca juga: Bupati Buol Perjuangkan Anggaran untuk Peremajaan Jaringan Perumdam Motanang

Berdasarkan informasi terbaru di BPBD Sulteng, terjadi kebakaran karhutla di Desa Tayawa, Desa Babalo dan Desa Tatari.

Dari ketiga lokasi, sekitar 6 Hektare lahan yang terbakar diduga akibat gesekan ranting di musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksikan El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027, dengan puncak intensitas diperkirakan melebihi kategori kuat.

Masyarakat Sulawesi Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena El Nino dapat berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dan meningkatkan risiko kekeringan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.