Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Menteri Agama Republik Indonesia Nasarudin Umar menyerahkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar bagi korban gempa bumi Flores.
Bantuan tersebut disalurkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus membantu pemulihan sektor pendidikan dan lembaga keagamaan.
Penyerahan bantuan berlangsung di MAN Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (3/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Agama juga menghadirkan program Temporary Learning Space (TLS) dan School Kita sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah kondisi pascagempa.
Baca juga: Gunung Anak Ranakah NTT Level II Waspada, PVMBG Catat Ratusan Gempa
Menteri Agama Nasarudin Umar mengatakan kunjungan tersebut merupakan kunjungan keduanya ke wilayah terdampak gempa Flores. Pada kunjungan sebelumnya, pemerintah membawa bantuan berupa tenda, peralatan dan makanan.
"Kemarin kita dalam bentuk tenda, peralatan, makanan. Hari ini kami mengunjungi pejabat-pejabat Kementerian Agama bersama para tokoh agama untuk memberikan penguatan semangat dan mendampingi warga yang terdampak," ungkapnya, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.
Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali bangunan yang rusak, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis masyarakat, termasuk guru dan siswa.
"Bukan saja bangunan fisiknya, tapi juga jiwa dan pikirannya. Semoga tetap tangguh menghadapi cobaan dan tantangan ini," ujarnya.
Kementerian Agama, telah menerima data kerusakan dan dampak gempa dari Kanwil Kementerian Agama NTT. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan sasaran bantuan berikutnya.
Ia juga mengatakan dampak gempa tidak hanya terjadi pada madrasah dan sekolah, tetapi juga sejumlah kantor Kementerian Agama serta rumah ibadah lintas agama, seperti gereja, masjid dan pura.
"Insya Allah kita akan memberikan bantuan. Data dari Pak Kanwil sangat cepat dan sangat lengkap. Terima kasih kepada Pak Kanwil yang proaktif mendata, karena data itu sangat penting," ujarnya.
Bantuan Rp3 miliar tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi madrasah. Pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi lembaga keagamaan lintas agama serta aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Namun, bantuan tersebut ditegaskan untuk tanggap darurat, bukan untuk pembangunan kembali bangunan yang rusak.
"Untuk tanggap darurat, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka," ujarnya.
Ia mengatakan penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap. Selain bantuan pemerintah, Kementerian Agama juga akan terus menghimpun dukungan dari masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Indonesia di luar negeri.
"Kita akan terus mengumpulkan. Nanti juga kita akan menggalang masyarakat Tanah Air yang lain, bahkan di luar negeri, orang-orang Indonesia yang konsen melalui Kementerian Agama. Juga nanti akan ada Baznas," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, terungkap bahwa terdapat lima korban dari lingkungan Kementerian Agama, terdiri dari satu kepala sekolah dan empat siswa.
Pemerintah berharap dukungan yang diberikan tidak hanya membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat, tetapi juga menjaga keberlangsungan pendidikan serta memberikan kekuatan psikologis bagi anak-anak dan tenaga pendidik yang terdampak bencana.
Menteri Agama Nasarudin Umar juga menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap proses pemulihan masyarakat terdampak gempa Flores.
"Presiden Pak Prabowo sangat konsen untuk memberikan pembangunan kembali terhadap warga," ungkapnya. (Iar)