Kemarau Panjang, Sumur Warga Banjarbaru Mulai Mengering, Penduduk Mulai Beli Air Galon
Irfani Rahman September 04, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai dirasakan warga di sejumlah kawasan Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Debit air sumur warga perlahan menurun, bahkan sebagian mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut salah satunya dialami warga Jalan Abadi 3, Nurul. Untuk kebutuhan sederhana seperti mencuci muka dan menyikat gigi, ia mengaku terpaksa membeli air galon.

“Kalau untuk mandi tidak bisa, karena sumur sudah mering. Jadi untuk mandi harus mencari air di tempat teman,” ujar Nurul.

Menurunnya ketersediaan air membuat sebagian warga memilih melakukan pendalaman dan pengurasan sumur agar kembali mendapatkan sumber air. 

Sumur yang didalami merupakan sumur manual, bukan sumur bor.

Baca juga: Poster Larangan Menampung Air Hujan Beredar di WhatsApp, BMKG Kalsel Sebut Hoaks

Baca juga: Polisi Ungkap Oknum Guru PPPK di Tanahbumbu Kalsel Cabuli Siswinya 30 Kali, Ada Dilakukan di Mobil

Salah seorang pekerja pendalaman sumur, selamet alias Memet, mengatakan permintaan jasanya meningkat ketika musim kemarau. 

Memet mengaku masih mendapatkan sejumlah pesanan dari warga yang sumurnya mulai mengering.

“Ada saja orderan. Besok masih ada satu lagi di Gunung Manggis,” kata Memet, Jumat (4/8/2026)

Menurutnya, kedalaman sumur warga berbeda-beda, tergantung kondisi dan kontur wilayah. Di kawasan Gunung Manggis, misalnya, sumur umumnya berada di kedalaman sekitar enam hingga delapan meter.

“Sekitar tujuh, enam, delapan meter. Sudah ada airnya,” ujarnya.

Namun, ketika debit air mulai berkurang, kedalaman sumur perlu ditambah. Memet mencontohkan, sejumlah sumur yang sebelumnya sudah berada di kedalaman sekitar tujuh meter masih harus ditambah sekitar satu meter untuk mendapatkan sumber air yang lebih optimal.

Berbeda dengan wilayah yang berada di dataran lebih tinggi, kedalaman sumur bisa lebih dalam. 

Bahkan, terdapat sumur warga yang mencapai sekitar sembilan hingga 10 meter hingga 13 meter.

Rekan Memet, David, menambahkan kondisi sumur di sejumlah wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar cukup beragam. Di kawasan perbukitan, kedalaman sumur bahkan bisa mencapai 13 hingga 14 meter.

Kondisi itu, kata dia, ditemukan di sejumlah kawasan permukiman yang berada di daerah lebih tinggi, termasuk kawasan yang dikenal warga sebagai Perumahan Seribu dan sekitarnya.

"Caranya kakau sumur yang dalam itu, untuk dikiras kami harus pakai blower agar ada oksigen di dalam," cerita David.

(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.