Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Rencana pengembangan migas di Blok Binaya, lepas pantai Pulau Seram, Maluku, membuka peluang besar bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam industri migas, Jumat (4/9/2026).
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) meminta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Binaiya memprioritaskan tenaga kerja asal daerah sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar tidak hanya menjadi pekerja pada level bawah.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, pihaknya siap membantu menyiapkan masyarakat melalui pelatihan apabila perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu.
“Saya minta kepada mereka, Pertamina, untuk memperhatikan beberapa hal terkait kepentingan daerah, seperti mendahulukan tenaga kerja dari anak-anak daerah,” ujarnya.
Baca juga: Empat Zodiak ini Disebut Segera Keluar dari Masa Sulit, Hidup Mulai Berubah pada 2026
Baca juga: Sekjen ATR/BPN Imbau Jajaran Satukan Visi Dukung Transformasi Layanan
Menurutnya, pengembangan industri migas harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat SBT, termasuk melalui kesempatan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal.
Fachri menegaskan, Pemkab SBT tidak memiliki kewenangan untuk mengelola Blok Binaya.
Pengelolaan blok tersebut merupakan kewenangan pihak yang ditunjuk pemerintah pusat, termasuk Pertamina.
“Blok Binaya itu yang akan kelola adalah Pertamina. Mana mungkin saya yang kelola Blok Binaya,” tegasnya.
Ia mengatakan posisi pemerintah daerah adalah memperjuangkan kepentingan daerah agar keberadaan investasi dan kegiatan industri migas dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Fachri bahkan siap mendorong pelatihan bagi anak-anak SBT agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri migas.
“Kalau ada kebutuhan tentang keahlian khusus, saya sudah bilang, tenaga kerja dari segala keahlian yang dibutuhkan, kalau kita sudah punya data, pemerintah daerah akan mengupayakan ada pelatihan untuk anak-anak kita,” bebernya.
Sementara itu, Project Manager PHE Binaiya, Neni Herawati mengatakan perusahaan juga ingin berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan SDM lokal sejak kegiatan migas masih berada pada tahap eksplorasi.
“Kami juga ingin bersinergi dengan pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten melalui Pak Bupati dan juga kepala dinas untuk mempersiapkan SDM di sini,” katanya.
Menurut Neni, persiapan SDM sejak dini penting dilakukan agar masyarakat lokal sudah memiliki kemampuan ketika kegiatan migas memasuki tahap yang lebih besar.
Saat ini, kegiatan PHE Binaiya belum memasuki tahap masif sehingga kebutuhan tenaga kerja masih terbatas.
Kebutuhan tersebut nantinya akan meningkat secara bertahap mengikuti perkembangan proyek.
“Jadi mungkin nanti secara bertahap terkait dengan kebutuhan tenaga kerja, semuanya akan menyesuaikan dengan proyek-proyek kita,” tutupnya.(*)