GAK Erupsi 10 Kali, Aktivitas Vulkanik Masih Berlangsung hingga Sabtu Dini Hari
Reny Fitriani September 05, 2026 09:19 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Lampung 5 September 2026, Hujan Ringan Berpotensi di Sejumlah Wilayah

Gunung yang berada di perairan Selat Sunda tersebut tercatat mengalami sedikitnya 10 kali erupsi sejak Jumat (4/9/2026) dini hari hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, erupsi terbaru terjadi pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Sabtu, (5/9/2026) pukul 00.01 WIB. Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Suwarno, Sabtu (5/9/2026).

Sebelumnya, erupsi juga terjadi pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB.

Erupsi tersebut juga tidak teramati secara visual dan masih berlangsung ketika laporan dibuat.

Dalam rentang waktu sekitar satu jam pada Jumat malam, Gunung Anak Krakatau beberapa kali mengalami erupsi.

Erupsi tercatat terjadi pukul 22.03 WIB, 22.11 WIB, 22.42 WIB, dan 22.53 WIB.

Pada erupsi pukul 22.03 WIB, aktivitas terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi 29 detik.

Kemudian erupsi pukul 22.11 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan berlangsung selama 40 detik.

Selanjutnya, erupsi pukul 22.42 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 70 milimeter dengan durasi 56 detik.

Sementara erupsi pukul 22.53 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan berlangsung selama 40 detik.

Sebelum rangkaian erupsi Jumat malam, GAK juga mengalami beberapa kali erupsi pada Jumat dini hari.

Erupsi terjadi pukul 04.11 WIB, 04.19 WIB, 04.28 WIB, dan 05.46 WIB.

Pada erupsi pukul 05.46 WIB, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut," ujar Suwarno.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 27 detik.

Sementara itu, erupsi pukul 04.28 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 70 milimeter dengan durasi 31 detik.

Erupsi pukul 04.19 WIB memiliki amplitudo maksimum 60 milimeter dan berlangsung selama 24 detik.

Sedangkan erupsi pukul 04.11 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 33 milimeter dan durasi 14 detik.

Dengan rangkaian tersebut, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan adanya erupsi berulang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.

Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan gunung sesuai radius yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Mereka juga diminta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk radius berbahaya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi aktivitas pelayaran, nelayan, serta wisatawan yang berada di sekitar perairan Selat Sunda.

Dengan status Siaga yang masih berlaku dan aktivitas erupsi yang berulang, masyarakat diminta mengutamakan keselamatan serta mengikuti setiap rekomendasi dari petugas pemantauan gunung api.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.