Dedi Mulyadi Apresiasi Warga yang Taat Membayar Pajak, Sebut Bantu Biayai Pembangunan Jabar
Widy Hastuti Chasanah September 05, 2026 10:34 AM

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi apresiasi kepada warga Jabar yang taat membayar pajak. Dedi Mulyadi menyebut apa yang telah dilakukan warga itu membantu membiayai pembangunan di Jabar.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memang kerap menjadi sorotan publik. Bukan tanpa alasan, hal itu karena gaya kepemimpinannya yang gemar turun langsung ke lapangan hingga kerap melakukan aksi sosial.

Selain itu, Dedi juga kerap jadi perbincangan karena kebijakan-kebijakan yang diambilnya. Beberapa kebijakan Dedi yang sempat menuai kontroversi itu seperti larangan kegiatan wisuda dan studi tur sekolah, pendidikan ala barak militer, syarat vasektomi untuk bantuan bansos dll.

Namanya kerap jadi sorotan, baru-baru ini Dedi Mulyadi jadi perbincangan usai memberi ucapan terima kasih pada warga Jabar yang taat membayar pajak. Dedi menilai, kepatuhan warga itu ikut membantu pembangunan di Jawa Barat.

"Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh warga Jawa Barat yang setiap hari terus melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor sehingga kita memiliki kecukupan dana untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur jalan, drainase, pemasangan PJU, trotoar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi apresiasi warga yang taat membayar pajak dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026) dilansir Kompas.com.

Salah satu contoh pembenahan infrastruktur umum yang dimaksud Dedi adalah adalah penataan trotoar di kawasan Pasar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Dedi menyebut trotoar di kawasan tersebut saat ini sudah tertata.

Kendati begitu, masih ada trotoar yang digunakan untuk parkir sepeda motor dan berjualan pedagang kaki lima. Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, pembangunan di Jawa Barat juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

Selain infrastruktur, Pemprov Jabar juga mengalokasikan anggaran untuk menambah ruang kelas SMA dan SMK. Sementara itu, di sektor kesehatan Pemprov Jabar juga siap membantu biaya pengobatan warga yang tidak memiliki BPJS Kesehatan atau pengobatannya tidak ditanggung BPJS.

"Apabila pasiennya tidak memiliki BPJS, tidak ter-cover BPJS-nya oleh pemerintah, maka kami tetap akan membantu untuk mengobati masyarakat tersebut dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia membayar tagihannya," kata Dedi.

Lebih lanjut, Dedi juga menyebut bahwa Pemprov Jabar terus memperluas akses listrik bagi warga yang belum teraliri listrik. Menurut Dedi, dari sekitar 500.000 warga yang sebelumnya belum mendapatkan akses listrik, kini sekitar 420.000 warga disebut telah mendapat jaringan listrik selama satu setengah tahun masa kepemimpinannya.

Kemudian Pemprov Jabar juga terus membenahi saluran irigasi untuk mendukung pertanian. Namun, Dedi mengingatkan warga agar tidak mendirikan bangunan liar di saluran air. Hal itu karena tindakan itu bisa menimbulkan banjir.

"Jangan gunakan saluran air untuk bangunan liar karena itu merugikan para petani dan menimbulkan banjir," tegasnya.

Di akhir kalimatnya, Dedi juga meminta para bupati dan wali kota terus menata wilayah masing-masing agar kawasan perkotaan di Jawa Barat lebih bersih, tertib, dan nyaman. Ia juga meminta maaf atas kekurangan selama menjabat sebagai gubernur.

"Kami mohon maaf, satu setengah tahun memimpin belum memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat dan kami terbuka terhadap berbagai kritik yang dilakukan," tuturnya.

"Tidak ada pembangunan yang sempurna. Pembangunan itu adalah upaya untuk menyempurnakan dari berbagai kekurangan dan kami mengakui kami banyak kekurangannya," ucapnya.

"Semoga otokritiknya menjadi kebaikan untuk kepentingan masyarakat," pungkas Dedi.

Sementara itu, selain Dedi Mulyadi apresiasi warga yang taat membayar pajak, sang gubernur juga membawa kabar bahagia terkait masalah lapangan pekerjaan. Ia menyebut pabrik kendaraan listrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah diresmikan pada Kamis (3/9/2026).

"Selama ini investasi Jawa Barat memberikan kontribusi sekitar 15 persen terhadap investasi nasional. Karena itu, penyelesaian berbagai hambatan investasi di Jawa Barat diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian investasi nasional," ujar Dedi, Kamis (3/9/2026) dilansir dari TribunJabar.ID.

Dari sisi tenaga kerja, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengatakan, BYD kini telah melakukan hampir 9.000 rekrutmen baru seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik.

"Kemudian ke BYD, itu hampir 9.000 sekarang rekrutmen baru karena produknya diminati," ujar pria yang akrab disapa KDM tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.