SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sumsel United melakukan perombakan besar-besaran untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.
Dari skuad musim lalu, hanya empat pemain yang dipertahankan. Selebihnya, manajemen mendatangkan sejumlah pemain baru untuk membangun kekuatan tim sekaligus memenuhi target promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Salah satu pemain berpengalaman yang didatangkan adalah Dedi Hartono.
Pemain kelahiran 12 November 1987 tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi di atas lapangan, tetapi juga mampu menularkan pengalaman serta membimbing para pemain muda Laskar Juaro.
Dedi sendiri musim lalu menjadi bagian dari Adhyaksa FC yang berhasil meraih tiket promosi ke Super League.
Ia menyadari persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad utama Sumsel United tetap harus diperjuangkan sejak latihan.
“Tentu saya ingin memberikan yang terbaik. Sebagai pemain, tentu yang pertama kami harus berusaha mendapatkan kesempatan bermain dengan menunjukkan performa apik saat latihan,” ujar Dedi.
Menurutnya, target manajemen Sumsel United untuk promosi ke level tertinggi membutuhkan kerja keras dari seluruh elemen tim.
“Target manajemen jelas ingin promosi ke level tertinggi. Diperlukan kerja keras dari seluruh elemen nantinya,” sambungnya.
Dedi Hartono Siap Jalankan Peran Sebagai Pemain Senior
Selain kebutuhan di atas lapangan, perekrutan Dedi Hartono juga tidak terlepas dari faktor pengalaman dan senioritas yang dimilikinya.
Manajemen berharap kehadiran Dedi bisa menjadi figur yang mampu mengayomi sekaligus memberikan arahan kepada para pemain muda Sumsel United.
Dedi pun menganggap peran tersebut sebagai tantangan baru dalam perjalanan kariernya.
“Ini tantangan buat saya. Sebagai pemain senior saya memang harus bisa membimbing pemain lainnya,” bebernya.
Apalagi, mayoritas pemain Sumsel United musim ini merupakan pemain muda.
“Mayoritas 70-80 persen pemain Sumsel United saat ini merupakan pemain muda. Tentu kita harus bersama-sama membawa tim ini ke arah yang lebih baik,” katanya.
Meski berstatus pemain senior, Dedi menegaskan tidak ada sekat antara pemain senior dan junior ketika sudah berada di lapangan.
Menurutnya, seluruh pemain memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Saat latihan atau bertanding, tidak ada lagi senior atau junior. Saya berharap bisa mendampingi pemain muda di sini agar lebih berkembang,” tegas Dedi.
• Sriwijaya FC Hajar PRB FC 4-1, Skuad Trial Mulai Mengerucut, Singa Mania Pasang Harapan Besar
Pesan Dedi Hartono untuk Pemain Muda
Berbekal pengalaman panjang memperkuat sejumlah klub di sepak bola Indonesia, Dedi Hartono juga membagikan sejumlah tips kepada pemain muda yang ingin memiliki karier panjang sebagai pesepak bola profesional.
Menurut Dedi, menjadi pemain profesional bukan hanya soal kemampuan ketika berada di lapangan.
Ada sejumlah kebiasaan di luar lapangan yang juga harus diperhatikan, mulai dari menjaga pola hidup, istirahat hingga pola makan.
“Ada beberapa kunci yang saya pelajari selama menjalani karier di sepak bola Indonesia. Salah satunya adalah profesional itu tidak hanya di lapangan,” ungkapnya.
“Dimulai dari diri sendiri seperti hidup teratur, istirahat yang cukup dan jangan begadang. Selain itu pola makan juga dijaga,” lanjut Dedi.
Ia juga mengingatkan pemain muda agar tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang sudah dimiliki.
Menurutnya, pemain harus terus meningkatkan kemampuan dan berani menambah porsi latihan secara mandiri.
“Terakhir juga harus mau menambah porsi latihan sendiri. Jangan pernah merasa cukup atau berada di zona nyaman,” pungkasnya.