Detik-Detik Gunung Anak Krakatau Erupsi, Cahaya Terang Terlihat dari Kawah
Laksmi Anindita September 05, 2026 01:38 PM

TRIBUNWOW.COM - Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Jumat (4/9/2026). Aktivitas tersebut terkonfirmasi melalui empat kali erupsi yang terjadi sejak pagi hingga 05.46 WIB.

Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada pukul 04.11, 04.19, 04.28, dan 05.46 WIB. Tiga erupsi pertama tidak teramati secara visual, tetapi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum masing-masing 33, 60, dan 70 milimeter.

Erupsi keempat pada pukul 05.46 WIB teramati secara visual. Saat itu, kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan berlangsung sekitar 27 detik.

Selain erupsi yang terjadi pada pagi hari, video yang beredar di media sosial memperlihatkan cahaya terang dari arah kawah Gunung Anak Krakatau pada malam hari.

Dalam keterangan video, cahaya tersebut disebut berasal dari air mancur lava yang mencapai sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak kawah. Namun, visual erupsi malam tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dari sumber resmi yang tersedia.

Kegempaan Masih Terekam

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berlangsung.

Menurut Suwarno, erupsi tidak selalu dapat terlihat secara visual. Sebagian aktivitas vulkanik hanya dapat diketahui melalui rekaman seismograf.

Pada periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, tercatat 12 kali gempa hembusan, 18 kali gempa harmonik, sembilan kali gempa frekuensi rendah, dan enam kali gempa hibrida atau fase banyak.

Selain itu, tercatat masing-masing satu kali gempa vulkanik dalam dan tremor menerus.

Suwarno mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak menganggap kondisi Gunung Anak Krakatau aman hanya karena aktivitas erupsi tidak terlihat secara visual.

Masyarakat diminta tidak mendekati kawah aktif dan mengikuti rekomendasi keselamatan dari petugas.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Rekomendasi radius 3 kilometer tersebut juga tercantum dalam keterangan resmi Badan Geologi.

Masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.