Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra, Melly Goeslaw, mencari bibit baru pesepakbola melalui turnamen Mini Soccer Cup Balad Melly, di Cozy Infini Mini Soccer, Kota Bandung, Sabtu (5/9/2026).
Sebanyak 24 tim dari 24 kecamatan di Kota Bandung ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Para pemain yang mengikuti kompetisi berusia 17 hingga 40 tahun.
Melly mengatakan, turnamen tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan pemain-pemain potensial yang nantinya bisa dikembangkan lebih jauh.
Melly bahkan berjanji, akan membantu pemain yang dinilai memiliki kemampuan menonjol untuk mendapatkan pembinaan sepak bola.
"Pokoknya kalau ada yang bagus nanti saya sekolahin. Sampai jago. Sekolah bola ya. Mudah-mudahan nanti Pak Umuh (Komisaris PT PBB) juga pasti support buat bisa masuk Persib," ujar Melly saat ditemui di lokasi kegiatan.
Melly berharap, Mini Soccer Cup Balad Melly dapat digelar secara rutin setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi salah satu cara menjaring talenta sepak bola dari Kota Bandung.
"Siapa tahu kita dapat bibit-bibit baru buat sepak bola. Alhamdulillah juga di-support sama Pak Haji Umuh, sama A Buky (Ketua DPRD Jabar)," katanya.
Pada awalnya, kata Melly, turnamen tersebut direncanakan diikuti 30 tim yang mewakili seluruh kecamatan di Kota Bandung.
Namun, ada kecamatan diketahui belum memiliki tim sepak bola, sehingga hanya 24 tim yang akhirnya berpartisipasi.
Kondisi itu, kata Melly, justru menjadi catatan penting.
Melly berharap ke depan seluruh kecamatan di Kota Bandung memiliki tim sepak bola, sehingga pembinaan pemain bisa dilakukan lebih merata.
"Mudah-mudahan habis ini semuanya kecamatan punya tim bola," ucapnya.
Melly mengatakan, sepak bola dipilih karena olahraga tersebut memiliki daya tarik besar sekaligus dapat menjadi ruang untuk membangun ekosistem di luar lapangan seperti dampak ekonomi terhadap pelaku UMKM makanan hingga pembuat kaus, dapat memperoleh penghasilan dari kegiatan yang melibatkan banyak orang tersebut.
Melly pun mengaku mendapat inspirasi setelah menyaksikan pertandingan Persib Bandung.
Selain itu, dukungan dari tokoh sepak bola seperti Umuh Muchtar turut mendorongnya menggelar turnamen tersebut.
"Menebar kebaikan bukan cuma dari acara sosial atau apa, ini melalui sepak bola juga banyak. Dari acara ini banyak pekerjaan baru yang didapat. Ada pedagang-pedagang yang jadi laris dagangannya, ada pembuat T-shirt, banyak elemen yang dapat rezeki," katanya.
Tidak menutup kemungkinan, kaya Melly, turnamen tersebut diperluas ke daerah lain.
Namun, untuk tahap awal, Melly ingin fokus mengembangkan kegiatan di Kota Bandung sebelum bergerak ke wilayah Jawa Barat.
"Kalau saya pernah baca, di Brasil itu sampai anak-anak jalanan yang suka main bola direkrut. Karena kita enggak tahu bibit-bibit atau jagoan-jagoan itu siapa, siapa tahu sekarang lagi tidur di mana. Kita mesti jemput bola," ucapnya.
Dalam turnamen tersebut, peserta mengikuti pertandingan dengan format mini soccer.
Pendaftaran peserta tidak dipungut biaya dengan total hadiah yang disiapkan mencapai Rp65 juta.
Sementara itu, Umuh Muchtar yang turut mendukung kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan Mini Soccer Cup Balad Melly.
Menurut Umuh, kompetisi seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi pemain muda berbakat, untuk mendapatkan kesempatan lebih besar di dunia sepak bola.
"Saya sangat senang sekali. Ini banyak peminatnya," kata Umuh.
Umuh berharap, kegiatan tersebut dapat digelar setiap tahun. Ia juga menyatakan siap memberikan dukungan terhadap upaya Melly dalam mengembangkan sepak bola di Kota Bandung dan Jawa Barat.
"Saya sangat senang lah. Terima kasih Teh Melly. Sebagai orang tua atau kakek, saya sangat senang kalau ada event-event seperti ini dalam urusan sepak bola. Itu sangat erat hubungannya kepada Persib," katanya.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, berbagai bentuk kompetisi sepak bola perlu dikembangkan untuk membuka ruang bagi talenta-talenta muda.
Buky menilai, sepak bola saat ini memiliki banyak varian kompetisi, mulai dari sepak bola 11 pemain, mini soccer dengan tujuh pemain, hingga futsal yang dimainkan lima pemain.
"Enggak ada alasan saya untuk tidak men-support kegiatan seperti ini. Bukan hanya kegiatan mini soccer, tapi juga bisa menciptakan ekosistem perekonomian dan kreativitas anak muda," kata Buky.
Buky berharap pengembangan berbagai cabang dan format sepak bola tersebut dapat berjalan bersama, untuk menemukan lebih banyak talenta dari Bandung dan Jawa Barat.