TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aiptu Hery Prasetyo masih mengingat rangkaian aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan seorang pelaku di wilayah Semarang barat.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, itu menyebut pelaku sebenarnya lebih dulu beraksi di wilayah Kecamatan Ngaliyan.
Namun, aksi pertama tersebut gagal.
Baca juga: Cara Unik Maling di Semarang, Pulangkan Motor Curian Beserta Gembok dan Surat saat Dini Hari
Karena, aksi pelaku yang panik dan melarikan diri setelah motor yang hendak dicurinya masuk ke selokan dan diketahui warga.
Dalam pelariannya ke arah utara, pelaku menyeberangi jalan raya hingga masuk wilayah Mangkang Wetan.
"Karena dikejar warga, akhirnya pelaku menyeberang jalan raya ke arah utara sampai di wilayah Mangkang Wetan," kata Hery, Sabtu (5/9/2026).
Setelah berhasil kabur dengan tangan hampa, pelaku menemukan kesempatan kedua.
Di wilayah RT 2 RW 1 Mangkang Wetan, pelaku diduga hendak menemui temannya.
Saat berada di kawasan tersebut, ia melihat sepeda motor milik Beni, seorang guru SMP 28 Semarang, yang sedang bertamu di rumah rekannya.
Motor yang terparkir di depan rumah itu kemudian dicuri.
"Pelaku berusaha menemui temannya yang ada di wilayah RT 2 RW 1 Mangkang Wetan. Namun demikian, karena ada suatu kesempatan, akhirnya pelaku mengambil motor milik guru SMP 28 yang bertamu di wilayah tersebut," ujarnya.
Hery mengatakan, kejadian tersebut kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti bersama warga.
Ia bersama Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman atau yang akrab disapa Pilus, turut melakukan pemetaan lokasi setelah mendapat informasi pencurian.
Dari penelusuran di lokasi pertama di Wonosari Ndongdong, petugas menemukan sejumlah petunjuk, termasuk rekaman CCTV dan sandal yang diduga milik pelaku.
Pelaku juga sempat menjatuhkan telepon seluler ketika melarikan diri dari kejaran warga.
"Ketika mengambil di daerah Ndongdong, Wonosari, motornya masuk selokan. Karena ada warga melihat dan mau membantu, malah pelaku lari. Nah, akhirnya dicurigai sebagai curanmor," tutur Hery.
Saat pelaku berlari menyeberangi jalan raya menuju Mangkang, telepon selulernya terjatuh dan kemudian ditemukan warga.
Dari rekaman CCTV di dua lokasi, ciri-ciri pelaku mulai teridentifikasi.
Di lokasi pertama, pelaku terlihat mengenakan jaket putih dan helm ojol.
Ciri tersebut kemudian dicocokkan dengan informasi warga di Mangkang Wetan.
"Pelaku sempat menemui temannya yang ada di Mangkang Wetan. Dalam hal ini salah satu warga mengenali pelaku dan berdasarkan hasil rekaman CCTV di daerah Ndongdong Wonosari maupun yang ada di Mangkang Wetan ini identik dengan pelaku," jelasnya.
Hery menyebut pelaku diketahui tinggal di Kelurahan Mangunharjo. Lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara di Mangkang Wetan.
Motor dikembalikan dini hari
Setelah identitas pelaku mulai diketahui dan informasi pencurian menyebar di lingkungan RT dan RW, sepeda motor yang dicuri akhirnya dikembalikan.
Motor tersebut diletakkan tidak jauh dari lokasi pencurian pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 02.50 WIB.
Pelaku tidak datang langsung menemui korban. Ia hanya meninggalkan sepeda motor yang telah dikunci menggunakan pengaman cakram.
Di dalam jok motor, terdapat surat permintaan maaf yang ditulis oleh pelaku curanmor alias keong.
Pada tulisan tangannya tersebut, keong meminta maaf dan mengaku khilaf.
Surat tersebut ditujukan kepada pemilik motor dan Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman atau Pilus, yang rumahnya berada di kawasan tersebut.
Menurut Hery, pelaku melalui orang tuanya juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Pilus.
Dalam suratnya, pelaku mengaku khilaf dan menyebut dirinya berada dalam kondisi mabuk ketika mengambil motor tersebut.
"Pelaku menyampaikan surat dan lewat orang tuanya datang ke rumah Pak Pilus untuk memberikan solusi bagaimana tindakan tersebut supaya tidak ke ranah hukum karena kesalahan pelaku ini karena khilaf," ungkap Hery.
Namun, pengembalian motor dan permintaan maaf tersebut tidak menghentikan proses hukum.
Hery menegaskan, laporan pencurian tetap berjalan di Polsek Tugu.
Terlebih, pelaku diketahui merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor dan baru sekitar empat bulan keluar dari Lapas Kendal.
"Untuk pelaku saat ini spesialis curanmor. Informasinya belum lama keluar dari Lapas Kendal, baru sekitar empat bulan, kemudian melakukan kegiatan lagi untuk curanmor," katanya.
Hingga kini, pelaku masih dalam pencarian.
Polsek Tugu berkoordinasi dengan Polsek Ngaliyan untuk melacak keberadaannya.
Sepeda motor yang dikembalikan telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.
Hery menyebut pelaku diduga menyasar sepeda motor yang diparkir tanpa pengamanan ketat.
Jenis yang paling sering menjadi sasaran adalah sepeda motor matik, terutama model keluaran lama.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak hanya mengandalkan kunci bawaan kendaraan.
"Kami sebagai Bhabinkamtibmas, terutama di wilayah Kelurahan Mangkang Wetan, mengimbau masyarakat memarkir kendaraannya di tempat yang aman dan dilengkapi kunci ganda," ujarnya.
Menurutnya, pengamanan tambahan seperti kunci cakram dapat membuat pelaku lebih kesulitan menjalankan aksinya.
Selain itu, warga diminta kembali menggiatkan ronda dan Satkamling untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
"Kerja sama tokoh masyarakat, warga, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas untuk sengkuyung bareng menggiatkan keamanan atau kamtibmas di wilayah," pungkasnya. (rad)
Baca juga: Kronologi Maling di Semarang Kembalikan Motor Curian, Tinggalkan Surat untuk Korban dan Ketua DPRD