Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus, Provinsi Lampung bergerak cepat menangani dampak hujan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang melanda Kecamatan Pematang Sawa dan sejumlah wilayah pesisir, Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Hujan Abu Gunung Anak Krakatau Guyur Tanggamus, Pemkab Ambil Langkah Antisipasi
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkab Tanggamus memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat, menyiapkan pelayanan kesehatan, serta mendistribusikan masker dan obat-obatan ke wilayah terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, dr. Herry Novrizal mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan akibat paparan abu vulkanik.
“Kami memahami bahwa hujan abu vulkanik yang dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Pematang Sawa dan beberapa wilayah pesisir lainnya, tentu menimbulkan kekhawatiran. Yang paling utama bagi kami adalah memastikan masyarakat tetap aman, terlindungi, dan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat apabila mengalami keluhan,” kata Herry.
Menurut Herry, langkah tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi agar seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bupati, kata dia, turut prihatin terhadap kondisi masyarakat yang terdampak dan meminta keselamatan serta perlindungan kesehatan warga menjadi prioritas.
“Bupati Tanggamus, Bapak Mohammad Saleh Asnawi, sangat prihatin terhadap kondisi masyarakat yang terdampak. Beliau telah memberikan arahan agar seluruh jajaran bergerak cepat dan memastikan keselamatan serta perlindungan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Diskes bersama jajaran puskesmas juga melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Sejumlah keluhan yang menjadi perhatian antara lain batuk, iritasi mata, sesak napas dan gangguan pernapasan lainnya.
Herry mengatakan, bantuan masker dan obat-obatan telah diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus untuk segera dibawa ke wilayah terdampak.
“Bantuan obat-obatan dan masker sudah diserahkan ke BPBD untuk dibawa ke Martanda melalui jalur darat dengan kurun waktu perjalanan tiga jam. Nanti dikawal oleh Pak Camat dan Kapuskes Martanda,” jelasnya.
Selain menyalurkan bantuan, Dinkes mengoptimalkan jejaring tenaga kesehatan di wilayah terdampak agar warga yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera memperoleh pelayanan.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama paparan abu vulkanik masih terjadi. Jika harus beraktivitas di luar, warga diimbau menggunakan masker dengan benar serta melindungi mata dari paparan abu.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Herry meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami keluhan yang cukup berat, terutama sesak napas, dan nyeri dada.
“Apabila mengalami keluhan kesehatan yang cukup berat, terutama sesak napas, nyeri dada, atau gangguan kesehatan yang tidak membaik, masyarakat kami minta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Jangan menunggu kondisi menjadi berat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diminta mengikuti informasi serta imbauan resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
Dinkes Tanggamus terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan dan pekon, puskesmas serta unsur terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi.
“Prinsip kami sederhana: dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak boleh merasa sendirian. Pemerintah hadir, tenaga kesehatan hadir, dan kami akan terus memastikan perlindungan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” kata Herry.
Ia mengajak masyarakat tetap tenang dan waspada selama kondisi paparan abu vulkanik masih berlangsung. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Okyindrajaya)