- Suara dentuman misterius menggegerkan warga Bandung pada Sabtu (5/9).
Namun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memiliki perbedaan pernyataan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Lantas apa perbedaan pernyataan itu?
BMKG mengatakan dentuman di Bandung tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal itu disampaikan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi.
“Tapi kalau di Kota Bandung, menurut saya terlalu jauh untuk mendengar aktivitas dari letusan Gunung Krakatau yang kejadiannya seperti kemarin,” kata Suadi
Suaidi mengatakan dentuman dapat muncul akibat berbagai fenomena geofisika.
Di antaranya seperti rangkaian gempa kecil, aktivitas gempa di kawasan karst, hingga gempa yang dipicu oleh runtuhan.
Ia mengatakan suara dentuman serupa juga pernah terdengar di Cianjur, termasuk ketika wilayah tersebut mengalami gempa pada 2025.
Meski demikian, BMKG tidak menemukan rekaman gempa di Bandung Raya ketika warga melaporkan mendengar suara dentuman.
Namun pernyataan BMKG berbeda dengan yang disampaikan PVMBG.
Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan suara dentuman di Bandung berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ia mengatakan erupsi itu terjadi sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9) pukul 04.40 WIB.
“Suara dentuman dan getaran juga dilaporkan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung. Nah, kami memang di dalam hal ini, terkait dentuman ini, kami menduga itu memang ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” ucap Rita.