Misteri Dentuman di Bandung Raya, BMKG Pastikan Bukan dari Gempa
Laksmi Anindita September 05, 2026 07:38 PM

TRIBUNWOW.COM - Suara dentuman misterius terdengar di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya pada Sabtu (5/9/2026) dini hari, sekitar pukul 00.30 hingga 05.00 WIB.

Fenomena tersebut sempat mengejutkan warga. Namun, hasil pemantauan BMKG memastikan tidak ada aktivitas gempa bumi di wilayah Bandung Raya saat dentuman terdengar.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap data kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga magnet bumi untuk mengetahui sumber suara tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi cuaca di Jawa Barat dan Bandung Raya secara umum terpantau cerah. Angin diketahui bertiup dari arah timur ke barat sehingga kondisi cuaca lokal Bandung dinilai sangat kondusif.

BMKG juga mencatat adanya awan vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, kondisi tersebut belum dapat dikaitkan sebagai sumber dentuman yang terdengar di Bandung Raya.

Data Seismik dan Anomali

Data pemantauan seismik BMKG memastikan tidak ada aktivitas gempa bumi di wilayah Bandung Raya. Meski demikian, catatan seismogram di Pulau Sebesi, Lampung, merekam anomali pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB.

Anomali tersebut masih membutuhkan analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya dan kaitannya dengan fenomena dentuman yang terdengar di Bandung Raya.

Selain itu, instrumen magnet bumi di Stasiun Sukabumi dan Serang mendeteksi gangguan pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 02.00 WIB.

Karena tidak terdapat aktivitas badai matahari, anomali tersebut diperkirakan berasal dari dalam bumi. Namun, BMKG belum memastikan apakah anomali magnet bumi menjadi pemicu utama suara dentuman.

Aktivitas Petir dan Gunung Anak Krakatau

BMKG juga mencatat aktivitas petir di Bandung Raya berada pada intensitas rendah. Kondisi tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk menghasilkan suara dentuman kencang.

Sebaliknya, aktivitas petir yang cukup signifikan justru terdeteksi di sekitar Gunung Anak Krakatau. Hal tersebut diketahui berdasarkan pemantauan Lightning Detector pada periode yang berdekatan dengan waktu kejadian.

"Hasil pemantauan Lightning Detector di sekitar GAK menunjukkan adanya aktivitas petir yang cukup signifikan pada periode yang berdekatan dengan waktu kejadian," tutur Suaidi melalui siaran tertulis, 5 September 2026.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga terdeteksi melalui citra satelit dan rekaman petir. Namun, arah angin saat erupsi bergerak dari timur ke barat.

Dengan kondisi tersebut, kemungkinan suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya berasal dari sumber lain masih terbuka dan saat ini tengah dikaji secara komprehensif.

BMKG Masih Lakukan Pemantauan

BMKG Stasiun Geofisika Bandung hingga kini terus memantau pergerakan atmosfer dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan kepastian mengenai sumber fenomena tersebut.

Dengan demikian, penyebab pasti dentuman misterius yang terdengar di Bandung Raya pada dini hari masih belum dapat dipastikan. BMKG masih melakukan analisis terhadap sejumlah data, termasuk anomali seismik, magnet bumi, aktivitas petir, dan kondisi atmosfer. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.