Banjarbaru (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif melanda wilayah itu selama hampir dua bulan terakhir.

"Kurang lebih satu ton garam halus atau Natrium Klorida (NaCl) disemaikan di langit wilayah utara Kalsel," kata Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat di Banjarbaru, Sabtu.

Dengan menggunakan pesawat PK-SNK, bahan semai OMC diterbangkan dari Lanud Sjamsudin Noor pada Sabtu sore.

Ia mengatakan OMC di Kalsel dilaksanakan dalam tiga hari ke depan, hingga 8 September 2026.

Berdasarkan evaluasi tim dari BMKG pusat, UPT Klimatologi Wilayah, dan tim provinsi, ujar dia, kondisi awan di wilayah Kalimantan Selatan memungkinkan dilakukan OMC.

"Semoga bisa segera turun hujan sehingga karhutla dapat terkendali," ujarnya.

Flight Scientist Coordinator PT Milan selaku Operator OMC di Kalsel Abdul Arsyad mengatakan pada penerbangan pertama pesawat diterbangkan ke arah utara Kalsel dengan mengangkut satu ton garam halus untuk bahan semai.

Dia mengakui pelaksanaan OMC bergantung pada data ketersediaan awan dari BMKG.

Operasi ini berfungsi mengoptimalkan dan mempercepat terjadinya hujan dari awan-awan yang tersedia.

“Prediksi BMKG dominan di siang hari hingga sore hari ada awan," katanya.