Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke Marga Punduh Pesawaran
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 05, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau turut dirasakan di wilayah Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Baca juga: Wisatawan di Pesawaran Diimbau Gunakan Masker Akibat Paparan Abu Vulkanik

Sementara jarak antara Kecamatan Marga Punduh dengan Gunung Anak Krakatau yang berada di tengah Selat Sunda jika ditarik garis lurus sejarak 56 kilometer.

Meskipun berjarak puluhan kilometer, warga Kecamatan Marga Punduh turut merasakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026).

Kepala UPTD SDN 8 Marga Punduh, Yulianti, mengatakan abu mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB. Meski kondisi sempat gelap dan disertai angin, aktivitas sekolah untuk sementara dinilai belum terganggu.

“Kalau abu, barusan sekitar jam 4 tadi turunnya. Memang gelap, kemudian angin juga. Tapi untuk sementara ini aman,” kata Yulianti kepada Tribun Lampung.

Menurut Yulianti, pihak sekolah tidak meliburkan kegiatan belajar mengajar. Terlebih, pada Minggu (6/9/2026) merupakan hari libur sekolah sehingga tidak ada aktivitas pembelajaran.

Ia berharap kondisi tersebut tidak berlanjut hingga Senin sehingga kegiatan sekolah dapat berjalan normal kembali. “Mudah-mudahan tidak sampai hari Senin. Mudah-mudahan hari Minggu sudah terang lagi,” ujarnya.

Meskipun dampak abu vulkanik di wilayah sekolahnya belum terlalu mengganggu, pihak sekolah tetap mengingatkan para siswa untuk menjaga keselamatan. Salah satunya dengan menggunakan masker.

“Kalau sekolah Insya Allah tidak begitu terganggu. Tapi kita sarankan anak-anak pakai masker, artinya safety masing-masing,” katanya.

Ia juga berharap arah angin tidak membawa abu vulkanik semakin banyak ke wilayah Marga Punduh.

“Berharap anginnya tidak ke arah kita, mudah-mudahan ke arah Jawa sana,” ujarnya.

Yulianti menambahkan, kondisi di Pulau Pahawang dinilai berbeda karena wilayah tersebut relatif lebih jauh dari sekolahnya. Meski demikian, paparan debu tetap terlihat cukup banyak hingga membuat suasana seperti mendung.

“Debunya lumayan, jadi seperti mendung,” katanya.

Yulianti menegaskan, sejauh kondisi masih aman dan tidak mengganggu aktivitas belajar, sekolah belum mengambil kebijakan untuk meliburkan kegiatan.

(Tribunlampung.co.id/Okyindrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.