Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, blak-blakan mengungkap kelemahan lini belakang sebagai masalah utama timnya gagal meraih kemenangan di kandang sendiri saat ditahan imbang Persebaya Surabaya 1-1.
Baca juga: Nyaris Kalah di Laga Perdana, Allano Jadi Penyelamat Bhayangkara FC, Skor Akhir 1-1
Dalam laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, pada Sabtu (5/9/2026) sore tersebut, sektor pertahanan tuan rumah dinilai sangat rapuh dalam mengantisipasi umpan bola panjang dan perebutan bola kedua.
Kelengahan koordinasi antara dua bek tengah dan posisi kiper membuat penyerang Persebaya, Yann Kevin Mabell, dengan mudah mencetak gol pembuka pada menit ke-12.
Pelatih asal Spanyol itu pasang badan dan bertanggung jawab penuh atas belum solidnya benteng pertahanan The Guardian akibat banyaknya proses adaptasi pemain baru.
Meski hanya mengamankan satu poin usai gol penyama dari Allano Lima pada menit ke-59, Oscar mengapresiasi daya juang anak asuhnya yang terus menunjukkan tren positif.
"Setiap bola panjang menciptakan masalah bagi pertahanan kami. Kami tidak bagus dalam awal pertandingan, terutama dalam perebutan bola kedua," ujar Oscar seusai laga, Sabtu (5/9/2026).
Oscar membedah bahwa gol yang bersarang ke gawang Awan Setho murni disebabkan oleh minimnya antisipasi komunikasi di lini belakang ketika merespons skema serangan balik cepat lawan.
"Gol yang mereka cetak merupakan situasi di antara bek tengah kami, bola panjang, kami tidak melakukan antisipasi, pemain mereka berlari, kemudian kiper keluar dari posisinya," jelasnya.
Meski demikian, Oscar enggan menyalahkan jajaran pemainnya secara individu. Menurutnya, padunya komposisi pemain baru dalam kurun enam pekan persiapan memang membutuhkan proses adaptasi berkesinambungan.
Ia juga membandingkan catatan musim lalu di mana Bhayangkara FC rata-rata kebobolan hampir dua gol per laga. Oleh karena itu, menahan imbang tim sekelas Persebaya dengan hanya kebobolan satu gol tetap dipandang sebagai sinyal perbaikan.
"Saya mengambil tanggung jawab atas hal ini dan memahamkan bahwa kami harus meningkatkan permainan pada momen bertahan. Ini merupakan sesuatu yang bisa diapresiasi, tetapi kami harus tetap mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pertahanan," tegas Oscar.
Di kubu lawan, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku sedikit kecewa karena timnya gagal mengamankan tiga poin meski sempat unggul lebih dulu.
Ia menilai kelengahan mengantisipasi pergerakan Allano Lima yang masuk dari bangku cadangan menjadi celah fatal yang membatalkan kemenangan Bajul Ijo.
"Sedikit tidak senang karena kami ingin menang, dan khususnya karena kami mencetak gol terlebih dahulu," ujar Bernardo dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Menurut Bernardo, laga berlangsung sulit bagi kedua tim. Kondisi angin dan cuaca membuat kedua tim beberapa kali melakukan kesalahan operan.
Persebaya sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi operan terakhir dan pengambilan keputusan belum cukup baik untuk menghasilkan gol tambahan.
Bernardo juga menilai Bhayangkara memiliki skuad yang kuat. Ia secara khusus menyoroti Allano Lima yang masuk dari bangku cadangan dan langsung mencetak gol penyama kedudukan.
"Dia membuat perbedaan tidak hanya dari golnya, tetapi bermain di belakang lini pertahanan kami, bermain di celah antar-lini, menciptakan banyak situasi," katanya.
Menurut Bernardo, kemampuan Bhayangkara menyimpan pemain berkualitas di bangku cadangan menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki lawannya.
Bernardo menilai Persebaya seharusnya bisa mempertahankan keunggulan setelah mencetak gol terlebih dahulu.
"Ketika kami mencetak gol terlebih dahulu, kami harus menjaga clean sheet. Dan saya pikir kami perlu membenahi hal ini," ujarnya.
Sementara itu, pemain Persebaya Rachmat Irianto juga mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut.
Ia meminta rekan-rekannya segera menatap pertandingan berikutnya dan berusaha mendapatkan poin maksimal.
"Pertandingan yang sulit. Dengan hasil ini, menurut saya, saya sedikit kecewa karena tidak memberikan hasil yang maksimal untuk Bonek dan Bonita," ujar Rachmat.
Rachmat juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang datang langsung memberikan dukungan di Stadion PKOR Sumpah Pemuda.
Persebaya selanjutnya akan kembali berlaga di kandang menghadapi PSM Makassar pada pertandingan berikutnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)