4 Penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang DIbatalkan Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau
rika irawati September 06, 2026 12:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Erupsi anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Minggu (6/9/2026).

Hingga pukul 09.20 WIB, ada empat penerbangan yang mengalami pembatalan.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto mengatakan, terdapat empat penerbangan keberangkatan dan tiga penerbangan kedatangan yang dibatalkan.

"Per 6 September 2026 pukul 09.20 WIB, terdapat sejumlah penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal akibat erupsi anak Gunung Krakatau," kata Sulistyo dalam keterangannya.

Baca juga: Cegah Virus Nipah Masuk Jateng, Bandara Ahmad Yani Cek Suhu Tubuh Penumpang dari Luar Negeri

Penerbangan keberangkatan yang dibatalkan adalah penerbangan dengan ID 7369 tujuan Jakarta (CGK), dengan jadwal keberangkatan pukul 07.00 WIB.

Kemudian, SI 570 tujuan Karimunjawa (KWB) dengan jadwal 07.30 WIB; GA 231 tujuan Jakarta dengan jadwal 07.05 WIB, serta GA 235 tujuan Jakarta dengan jadwal 09.30 WIB.

Sementara, penerbangan kedatangan yang dibatalkan yakni ID 6338 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 07.45 WIB.

SI 571 dari Karimunjawa dengan jadwal kedatangan 11.50 WIB, serta GA 232 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 08.45 WIB.

Selain pembatalan, dua penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan juga mengalami keterlambatan.

Penerbangan IN 196 tujuan Pangkalan Bun (PKN) yang semula dijadwalkan berangkat pukul 08.45 WIB, mengalami perubahan menjadi pukul 13.05 WIB.

Kemudian, QG 794 tujuan Banjarmasin (BDJ), yang dijadwalkan berangkat pukul 11.15 WIB berubah menjadi pukul 14.00 WIB.

Untuk kedatangan, penerbangan IN 195 dari Pangkalan Bun yang semula dijadwalkan tiba pukul 08.15 WIB diperkirakan tiba pukul 12.15 WIB.

Sedangkan QG 795 dari Banjarmasin yang dijadwalkan tiba pukul 10.45 WIB, diperkirakan baru tiba pukul 13.30 WIB.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Sulistyo mengatakan, pihak bandara terus memantau perkembangan aktivitas erupsi anak Gunung Krakatau.

Koordinasi dilakukan bersama BMKG dan AirNav Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca, potensi sebaran abu vulkanik, hingga dampaknya terhadap operasional penerbangan.

"Keselamatan penerbangan dan optimalisasi layanan merupakan prioritas utama kami," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Moza: Kenalan Lewat Tiktok Hingga Ditemukan Tinggal Kerangka di Jangli Semarang

Bandara Ahmad Yani juga berkoordinasi dengan maskapai, ground handling, serta pemangku kepentingan lainnya terkait kondisi operasional penerbangan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak bandara juga telah bekerja sama dengan penyedia transportasi darat untuk menyediakan opsi perjalanan melalui jalur darat bagi pengguna jasa.

Sulistyo mengimbau calon penumpang untuk mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum berangkat ke bandara.

"Untuk informasi kebandarudaraan, dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," katanya.

Pihak Bandara Ahmad Yani Semarang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian operasional tersebut.

Situasi penerbangan, kata Sulistyo, akan terus dipantau dan dikoordinasikan dengan seluruh pihak terkait agar operasional dapat berjalan aman sesuai perkembangan kondisi erupsi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.