BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kekecewaan dirasakan Sari (71), warga Pangkalpinang, setelah penerbangan yang akan membawanya ke Jakarta dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).
Sari seharusnya berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya Air dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada Minggu sekitar pukul 11.35 WIB.
Namun, rencana perjalanan tersebut berubah setelah penerbangannya terdampak pembatalan.
Sari mengatakan, awalnya ia sempat mendapat informasi bahwa keberangkatannya hanya mengalami perubahan jadwal dan diundur hingga pukul 13.30 WIB.
Namun, hingga Minggu sore, ia kembali mendapat kabar bahwa penerbangannya tidak dapat diberangkatkan dan dijadwalkan ulang hingga Senin (7/9/2026).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, keberangkatan baru dijadwalkan pada Senin sekitar pukul 17.46 WIB.
"Saya kecewa, karena sebelumnya penerbangan saya dijadwalkan pukul 11.35 WIB. Kemudian diundur menjadi pukul 13.30 WIB, tetapi ternyata kembali diundur sampai besok," kata Sari kepada Bangkapos.com, Minggu (6/9/2026).
Pembatalan tersebut membuat rencana perjalanan yang telah disusun Sari ikut berantakan.
Ia sedianya pergi ke Bogor untuk menghadiri pelantikan cucunya yang menjadi bagian dari TNI Angkatan Darat pada 9 September 2026.
Sari bahkan telah mengatur perjalanan bersama sejumlah anggota keluarga yang akan ditemuinya di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor.
"Saya sudah janji dengan keluarga untuk bertemu di Jakarta. Saya juga mau menghadiri pelantikan cucu di Bogor tanggal 9," ujarnya.
Namun, dengan perubahan jadwal penerbangan hingga Senin sore, Sari harus kembali menyesuaikan seluruh rencana perjalanan yang sebelumnya telah dipersiapkan.
Tak hanya pertemuan dengan keluarga dan agenda pelantikan cucunya, sejumlah pemesanan lain juga ikut terdampak.
Sari mengaku harus membatalkan sejumlah rencana perjalanan lanjutan, termasuk transportasi travel dan pemesanan hotel yang sebelumnya telah disiapkan.
"Sudah banyak yang harus dibatalkan, termasuk travel, hotel dan rencana lainnya," katanya.
Meski kecewa, Sari memahami pembatalan penerbangan dilakukan di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional penerbangan.
"Tapi ya meskipun kecewa mau gimana lagi, yang pasti orang bandara lebih paham mana yang terbaik untuk penumpang," tutur Sari.
Sari masih berharap situasi segera membaik sehingga rencana perjalanannya dapat kembali berjalan sesuai jadwal.
Ia berharap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat kembali dibuka, sehingga penerbangan menuju Jakarta bisa dilanjutkan.
"Semoga besok erupsinya sudah mereda, Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka, sehingga penerbangan bisa berjalan dan saya tetap bisa berangkat," harap Sari.
Sebelumnya, Bandara Depati Amir mencatat sejumlah penerbangan rute Jakarta-Pangkalpinang dan Pangkalpinang-Jakarta dibatalkan menyusul penghentian sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
General Manager Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhamad Haekal, mengatakan hingga pembaruan terakhir terdapat 12 penerbangan yang terdampak pembatalan, terdiri dari enam penerbangan kedatangan dan enam penerbangan keberangkatan.
Seluruh penerbangan tersebut merupakan rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Haekal sebelumnya mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi dari maskapai masing-masing karena kondisi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi ruang udara.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, maskapai menyediakan sejumlah opsi, termasuk penjadwalan ulang penerbangan atau reschedule ke hari lain sesuai ketersediaan penerbangan.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)