Jakarta (ANTARA) - The Local Market bersama Creative Event Entertainment (CEE) kembali menghadirkan Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, pada 5-6 September 2026 dengan mengusung konsep creative marketplace yang menghadirkan ragam produk kreatif lokal dari lebih dari 200 pelaku usaha serta menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi karya lokal Indonesia.

Dalam penyelenggaraan pekan ini, Artha Graha Peduli menghadirkan Paviliun Artha Graha Peduli menghadirkan berbagai informasi dan aktivitas edukatif melalui Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), edukasi kesehatan melalui Arthakes, serta edukasi keamanan dan keselamatan melalui Damkar SGA.

"Kalau kita bicara tentang Artha Graha Peduli, salah satu hal yang menjadi bagian penting dari semangatnya adalah bagaimana menjaga dan mengangkat kekayaan Indonesia, baik dari sisi alam, budaya, maupun masyarakatnya," kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar di lokasi acara dalam keterangan tertulis, Minggu.

"Semangat tersebut juga hadir di Local Market melalui Paviliun Artha Graha Peduli yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai lingkungan hidup melalui Tambling Wildlife Nature Conservation, kesehatan melalui Arthakes, serta keamanan dan keselamatan melalui edukasi pemadam kebakaran,” ujar Irene Umar.

Menurut Irene, kehadiran Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di Paviliun Artha Graha Peduli menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia kepada masyarakat secara lebih dekat.

"Tambling memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan menjadi salah satu contoh bagaimana Indonesia memiliki potensi alam yang harus terus kita jaga bersama. Karena itu, edukasi mengenai lingkungan dan konservasi menjadi penting agar masyarakat, termasuk generasi muda, semakin memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tambah dia.

Irene juga menilai pendekatan edukasi yang menggabungkan isu lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan membuat ruang seperti Local Market memiliki nilai yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ketika ekonomi kreatif, kepedulian lingkungan, kesehatan, dan keselamatan dapat hadir dalam satu ruang, maka manfaatnya menjadi lebih luas dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Irene.

Melalui sinergi tersebut, Pasar Wiwitan SCBD tidak hanya menjadi creative marketplace, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkaya pengalaman masyarakat di tengah dinamika kota, mempertemukan berbagai komunitas dan pelaku kreatif, serta memperluas apresiasi terhadap produk lokal Indonesia.

“Kolaborasi Creative Event Entertainment bersama dengan The Local Market ID melalui Pasar Wiwitan SCBD merupakan langkah untuk menghadirkan ruang publik yang menghubungkan komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat, sekaligus memperkuat SCBD sebagai destinasi yang tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga pusat aktivitas kreatif dan budaya,” ujar Ananta Pribadi, Direktur Creative Event Entertainment (CEE).

200 pegiat kreatif lokal

The Local Market ID – Pasar Wiwitan SCBD juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku pasar kreatif Indonesia. Seperti penyelenggaraan sebelumnya di SCBD, Pasar Wiwitan kali ini juga diikuti oleh lebih dari 200 pelaku pasar kreatif lokal hasil kurasi.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengapresiasi keberagaman produk lokal yang hadir dalam Pasar Wiwitan. Menurutnya, kehadiran produk dari berbagai daerah di Indonesia memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal produk yang mungkin belum ditemukan di pasar ritel konvensional.

“Yang menarik, kita juga bisa menemukan produk-produk dari luar Jakarta, ada dari Bali dan provinsi-provinsi lain, termasuk produk yang mungkin belum pernah kita lihat di supermarket. Dengan semakin banyak pilihan, tentunya UMKM juga mendapatkan semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan cuan,” ujar Sherly.

“Pengunjungnya pun semakin ramai karena tidak hanya ada produk, tetapi juga berbagai atraksi. Ada hiburan edukasi untuk anak-anak, dance, performing, sehingga tempat ini bisa menjadi sebuah ekosistem bagi seluruh ekonomi kreatif,” tambahnya.

Menurut Sherly, keberadaan ruang seperti Pasar Wiwitan perlu diarahkan tidak hanya untuk membantu UMKM mendapatkan pasar, tetapi juga mendorong mereka untuk berkembang menjadi lebih profesional dan berkelanjutan.

“Yang lebih penting adalah adanya kesempatan bagi UMKM untuk naik level. Jadi kita tidak hanya bicara tentang mereka yang baru mulai, tetapi bagaimana mereka bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik, lebih profesional, dan tentunya lebih sustainable. Bisnisnya bisa menghasilkan keuntungan dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi keluarga mereka,” jelasnya.

Perpaduan seni & kreativitas

Beragam pertunjukan hadir, mulai dari Orchestra Classic Music, Jazz Band, Solo Saxophone, Keroncong, hingga Acoustic Performance. Nuansa pertunjukan juga semakin beragam melalui Drama Musikal dari Ruang Talenta Inklusif Indonesia, yang menghadirkan semangat inklusivitas dalam ruang kreatif dan seni pertunjukan.

Salah satu sajian yang menjadi daya tarik lainnya adalah kolaborasi DJ dengan musik tradisional, yang memadukan energi musik modern dengan kekayaan musikal Nusantara.

Bagi Sherly, keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan kreativitas perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Sustainability juga penting. Bagaimana kita bisa terus hidup bersama dengan alam atau nature, apalagi sekarang kita melihat begitu banyak tantangan lingkungan yang kita hadapi. Jadi ekonomi, kreativitas, masyarakat, dan alam ini harus bisa berjalan bersama,” ujar Sherly.

Melalui Pasar Wiwitan SCBD, The Local Market ID berharap dapat terus membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi pelaku kreatif lokal untuk tumbuh, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin mengenal, menikmati, dan mendukung karya serta produk lokal Indonesia.

"Ku Ka Aku Suka" adalah platform yang berkomitmen untuk memperkenalkan dan mendukung produk lokal Indonesia melalui kegiatan online dan offline.

Berangkat dari semangat “Aku Suka”, "Ku Ka Aku Suka" percaya bahwa kecintaan terhadap produk lokal dapat tumbuh ketika masyarakat diberi kesempatan untuk melihat langsung kualitas, cerita, dan nilai dari setiap karya.

Melalui The Local Market, Ku Ka Aku Suka menghadirkan ruang offline bagi artisan, desainer, pelaku usaha lokal, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk bertemu secara langsung. Acara ini menjadi wadah untuk membangun kepercayaan, memperluas pasar, dan merayakan kekayaan produk lokal Indonesia dengan cara yang lebih dekat dan manusiawi.