Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melibatkan komunitas dan para penggiat sastra sebagai salah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah.
Untuk itu, pemerintah memberikan dukungan pembinaan kepada komunitas yang aktif dalam melestarikan bahasa daerah dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus diperkuat untuk memperkaya bahan bacaan bermutu.
"Yang kita upayakan juga adalah meningkatkan peran para pegiat dan pelestari bahasa daerah. Komunitas pegiat dan pelestari kita berikan pembinaan untuk meningkatkan peranserta mereka," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin di Kota Bengkulu, Minggu.
Ia menyebut, melalui komunitas tersebut dapat menjadikan bacaan berbahasa daerah dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Hal tersebut dilakukan agar dapat memperluas jangkauan pembaca sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya daerah kepada masyarakat.
Selain Bahasa Indonesia, pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan bahasa daerah di Provinsi Bengkulu, sebab terdapat sejumlah bahasa daerah yang harus terus dilestarikan, seperti bahasa Enggano, bahasa Rejang, dan Bahasa Bengkulu.
Hafidz menerangkan, pelestarian tersebut juga dapat dilakukan melalui program revitalisasi bahasa daerah yang menyasar peserta didik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Untuk pendekatan yang digunakan dibuat menyenangkan dan disesuaikan dengan minat anak seperti lomba menyanyi, pidato, komedi tunggal, menulis cerita pendek, hingga bercerita menggunakan bahasa daerah.
"Kami juga mendorong digitalisasi bahan bacaan melalui platform pembelajaran digital. Buku-buku yang memuat bahasa daerah diharapkan dapat diakses masyarakat secara lebih luas melalui buku digital," ujar dia.





