TRIBUNJATIM.COM - Manchester United tidak menjadi klub yang paling agresif di bursa transfer musim panas 2026.
Dibandingkan para rivalnya di kelompok Big Six, Setan Merah justru tercatat sebagai tim dengan pengeluaran paling rendah.
Kondisi tersebut ternyata tidak membuat Michael Carrick kehilangan keyakinan.
Pelatih Manchester United itu tetap optimistis timnya mampu bersaing untuk memperebutkan gelar Liga Inggris 2026-2027.
Pada bursa transfer musim panas tahun ini, Manchester United mengeluarkan dana sekitar 163 juta pounds atau setara Rp3,8 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk mendatangkan tiga pemain, yakni Andrey Santos, Youri Tielemans, dan Carlos Baleba.
Jika dibandingkan dengan klub-klub Big Six lainnya, nominal belanja Manchester United terlihat jauh lebih kecil.
Manchester City, misalnya, menghabiskan sekitar 472 juta pounds atau Rp11,2 triliun untuk memperkuat skuad mereka.
Artinya, pengeluaran The Citizens hampir tiga kali lipat dibandingkan Manchester United.
Tidak hanya Manchester City, belanja Manchester United juga masih berada di bawah Chelsea, Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Arsenal.
Baca juga: Hattrick Bruno Fernandes Bawa Manchester United Comeback, Sang Kapten Tetap Rendah Hati
Minimnya aktivitas transfer tersebut kemudian memunculkan keraguan terhadap peluang Manchester United dalam perburuan gelar.
Apalagi, Setan Merah hanya mendatangkan tiga pemain pada musim panas ini.
Sementara sejumlah rival justru melakukan belanja besar untuk memperkuat berbagai sektor dalam skuad mereka.
Situasi itu membuat Manchester United tidak banyak disebut sebagai kandidat utama juara Liga Inggris musim 2026-2027.
Namun, anggapan tersebut tidak membuat Carrick pesimistis.
Carrick justru percaya skuad yang dimilikinya saat ini memiliki kualitas untuk bersaing di papan atas.
Ia menilai keberhasilan sebuah tim tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar uang yang dikeluarkan di bursa transfer.
Dengan Bruno Fernandes dan sejumlah pemain penting lainnya, Manchester United diyakini masih memiliki fondasi yang cukup untuk menjalani musim panjang.
Baca juga: Arsenal Bantai Man City 3-0, Rekor 17 Gelar Manchester United di Community Shield Terkejar
Pelatih berusia 45 tahun itu punya alasan sendiri mengapa timnya bisa bersaing dengan rivalnya yang berbelanja besar.
Bagi Carrick, menjadi penantang gelar juara tak hanya terpaku pada berapa banyak dana yang dilkeluarkan.
Menurutnya, butuh keseimbangan dan kemampuan menyatukan pemain agar berani bersaing dengan para rivalnya.
Pelatih yang juga legenda Man United itu mengamini jika dana belanja adalah salah satu hal signifikan dalam usaha sebuah tim untuk menjadi juara.
Tetapi uang bukanlah satu-satunya solusi dan semua kembali ke kemampuan pelatih untuk membentuk tim bermental juara.
"Saya sangat yakin kami bisa bersaing (memperebutkan gelar juara Liga Inggris)," tuturnya, dikutip BolaSport.com dari The Independent.
"Menurut saya, tantangannya terletak pada dinamika dan keseimbangan yang tepat, menyatukan kelompok, dan menghadirkan pemain terbaik yang mampu mengangkat performa anggota tim lainnya."
"Soal besaran dana, saya paham bahwa hal itu bisa menjadi faktor yang sangat signifikan; meskipun bukan selalu menjadi satu-satunya solusi."
"Uang itu satu hal, apa yang Anda lakukan dengannya adalah hal lain, dan bagaimana Anda memanfaatkannya sebaik mungkin juga merupakan hal yang berbeda."
"Pada akhirnya, yang terpenting adalah apa yang terjadi di lapangan," imbuh eks pelatih Middlesbrough itu.
Di Liga Inggris 2026-2027, Setan Merah sudah memainkan dua pertandingan melawan dua tim promosi, Hull City dan Ipswich Town.
Sayangnya dari dua pertandingan itu, mereka gagal menyapu bersih laga dengan kemenangan usai takluk 0-2 dari Hull dan menang 5-2 dari Ipswich.
Secara performa, penampilan Man United masih kurang meyakinkan untuk menjadi penantang gelar juara.
Apalagi rival-rivalnya seperti Man City, Arsenal, dan Chelsea berhasil menyapu bersih 2-3 pertandingan awalnya dengan kemenangan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com