Penyeberangan Bakauheni - Merak Normal, meski Sempat Terganggu Abu Vulkanik
Noval Andriansyah September 06, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aktivitas penyeberangan kapal rol-on/roll-off (ro-ro) rute Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak, Banten dipastikan tetap berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Minggu (6/9/2026).

Baca juga: GAK Masih Erupsi, Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan Normal

Otoritas pelabuhan mencatat jarak pandang (visibility) navigasi perairan di Selat Sunda berada di kisaran tiga mil laut atau sekitar lima kilometer akibat tutupan abu vulkanik. 

Meski jarak pandang terbatas, kondisi tersebut dinyatakan masih berada dalam taraf aman untuk olah gerak operasional armada kapal.

Pihak pengelola pelabuhan juga memastikan belum ada penutupan lintasan maupun kenaikan atau penurunan volume penumpang dan kendaraan yang signifikan hingga Minggu siang.

Sebagai langkah penanganan dampak abu vulkanik di jalur pelayaran, petugas membagikan masker medis gratis kepada para pengguna jasa penyeberangan di atas kapal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Suratno, menjelaskan bahwa paparan debu halus dari erupsi gunung api tersebut belum mengganggu sistem keselamatan pelayaran secara mendasar.

"Untuk erupsi saat ini memang ada sedikit gangguan terkait jarak pandang, tetapi kisarannya berada di angka 3 nautical miles atau sekitar 5 kilometer. Angka ini masih aman untuk olah gerak kapal," ujar Suratno saat diwawancarai di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (6/9/2026).

Ia menambahkan, perwira dan nakhoda kapal di lapangan telah mengantisipasi serbuan abu vulkanik di laut dengan memaksimalkan fitur navigasi di anjungan serta mengoperasikan pembersih kaca (screen wiper) agar jarak pandang tetap jernih.

"Secara keselamatan pelayaran, lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak belum terganggu secara signifikan dan situasi operasional masih sangat aman," tegasnya.

Tak Alami Perubahan

Senada dengan hal tersebut, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengonfirmasi bahwa jadwal keberangkatan (trip) kapal serta pola operasional pelabuhan tidak mengalami perubahan.

"Kegiatan penyeberangan, pola operasional, dan jadwal perjalanan kapal semuanya berjalan normal. Data pengguna jasa pejalan kaki maupun kendaraan hingga pukul 12.00 WIB juga terpantau stabil," kata Partogi.

Guna menjaga kesehatan para penumpang dari risiko gangguan pernapasan akibat paparan material erupsi di perairan, ASDP menyiapkan dan membagikan masker secara gratis di atas kapal.

"Kami mengimbau masyarakat pengguna jasa untuk senantiasa mengenakan masker. Bagi penumpang yang tidak membawa pelindung mandiri, kami bagikan masker di dalam kapal agar terhindar dari paparan abu vulkanik," pungkasnya.

Belum Ada Penambahan Kapal

Partogi memastikan belum ada perubahan pola operasi maupun penambahan kapal di lintasan Bakauheni-Merak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pelayanan masih mengikuti jadwal dan pola operasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Masih normal, masih sama. Jadi belum ada perubahan apa pun, masih sesuai jadwal. Pola operasinya masih sama, tidak ada perubahan sama sekali," ungkapnya.

Pihaknya juga terus melakukan kordinasi dengan pemerintah pusat melalui virtual meeting.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas penyeberangan Bakauheni-Merak hingga Minggu siang masih berlangsung normal, meski petugas tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi dan kondisi abu vulkanik di lapangan.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.