BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Isi curhartan warga di Kotabaru yang enggan lakukan sanggahan meski bansosnya dihentikan
Kenaikan Desil berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) turut terjadi di Kabupaten Kotabaru.
Sejumlah warga mengaku ada perubahan Desil yang menyebabkan tak lagi dapat bantuan dari Kementerian Sosial.
Seperti yang diungkapkan Rusdiana, warga Desa Gedambaan, Kecamatan Pulaulaut Sigam, ia mengaku dulunya berada di Desil 4 namun info terbaru disampaikakn Pendamping Keluarga Harapan (PKH) naik menjadi Desil 5.
Baca juga: Fakta Ada Gerimis Saat Kemarau di Beberapa Wilayah di HSS Kalsel, Terjadi Sekitar Lima Belas Menit
Baca juga: Petani Batola Akui Terbatasnya Bibit Padi, Tak Bisa Maksimal Berocok Tanam
"Jadi ada dua bantuan per tiga bulan yang tidak ada lagi saya terima, ujarnya, Minggu (6/9/2026).
Diakuinya, sepanjang dua tahun terakhir, perekonomian keluarganya tidak ada peningkatan yang memadai, rumah masih menempati milik orang lain, sepeda motor tak punya, bahkan sang suami hanya kuli bangunan.
Meski demikian, ia enggan menyanggah Desil dengan memperbaharui data, meskipun sudah disarankan PKH.
"Tidak paham, ribet kayaknya. Biar saja sudah," sebutnya.
Guna memastikan update terbaru per hari ini, setelah dicek ternyata memaang ada perubahan dari Desil 5 menjadi Desil 4 dan mendapatkan bantuan sembako periode april, Mei, dan Juni 2026.
Sementara itu, saat dikonfirmasi,Ketua Tim PKH Kotabaru, Muhammad Noor mengatakan, kondisi serupa juga berlangung di Kotabaru.
"Temuan di lapangan memang ada, tapi tanpa disanggah pun sudah dilakukan pembaharuan Desil secara otomatis," ujarnya.
Selain itu, tiap warga juga bisa menganggah sendiri dengan mengakses link dari BPS Https://dtsen-form.web.bps.go.id
Noor pun menambahkan, untuk jumlah Desil yang naik di Agustus tidak bisa dilacak jumlah pastinya. Namun Per tgl 1 September tadi sudah ada penyesuaian dan kembali turun.
Terpisah, Kepala BPS Kotabaru, Rachmat Hidayat menyampaikan setidaknya ada delapan orang yang datang ke kantornya untuk minta perbaikan data.
"Jadi Bukan penurunan Desil, tapi memperbarui data saja. Dengan memperbarui data mudahan-mudahan penghitungan Desilnya bisa turun," ujarnya.
Meski demikian, ia juga tidak menjamin turun Desil, bisa jadi malah tetap atau malah naik. Tergantung penghitungan lagi.
Kenapa Tidak Dapat Bansos Lagi?
Ini Penyebab Nama Dicoret dari Daftar Penerima
Banyak masyarakat bertanya-tanya, kenapa tidak dapat bansos padahal sebelumnya rutin menerima bantuan dari pemerintah. Ada pula yang merasa memenuhi syarat, tetapi namanya tidak lagi muncul sebagai penerima.
Perlu diketahui, bantuan sosial (bansos) memang tidak diberikan secara permanen. Pemerintah secara berkala memperbarui data penerima agar bantuan benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Melalui proses pemutakhiran data, ada penerima yang tetap memperoleh bantuan, ada yang menjadi penerima baru, dan ada pula yang dicoret karena dinilai sudah tidak lagi memenuhi persyaratan.
Lantas, kenapa tidak dapat bansos? Berikut penjelasan lengkapnya.
Ada sejumlah alasan yang dapat menyebabkan seseorang tidak lagi menerima bantuan sosial atau tidak terdaftar sebagai penerima bansos.
Salah satu penyebab utamanya adalah hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan pemerintah dalam menentukan penerima bantuan.
Kementerian Sosial (Kemensos) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan pembaruan DTSEN secara berkala, termasuk membersihkan data penerima yang sudah tidak lagi layak memperoleh bansos.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi inclusion error, yaitu kondisi ketika bantuan masih diterima oleh masyarakat yang tingkat kesejahteraannya sudah meningkat.
Karena itu, masyarakat yang sebelumnya menerima bansos bisa saja tidak lagi memperoleh bantuan setelah hasil evaluasi terbaru diterapkan.
Lantas, apa saja penyebab tidak lagi mendapatkan bansos?
Tangkapan layar pencairan informasi pencairan bansos di aplikasi Cek Bansos Kemensos. Cara cek penerima bansos Juni 2026. Cek bansos Kemensos. Cara cek penerima bansos. Cek desil. Cek bansos KTP. Cara cek desil.
Penyebab tidak dapat bansos
Secara umum, berikut beberapa faktor yang paling sering menjadi penyebab seseorang tidak lagi menerima bantuan sosial.
1. Kondisi ekonomi sudah membaik
Pemerintah memprioritaskan bansos bagi masyarakat yang benar-benar berada dalam kondisi ekonomi rentan.
Jika hasil pendataan menunjukkan kondisi ekonomi penerima telah meningkat, maka bantuan dapat dihentikan agar dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan.
Misalnya, seseorang masuk dalam kelompok kesejahteraan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya sehingga tidak lagi memenuhi kriteria penerima.
2. Data penerima bansos terus diperbarui
Data bansos bersifat dinamis dan selalu diperbarui. Artinya, seseorang yang sebelumnya menerima bantuan belum tentu tetap menjadi penerima pada periode berikutnya.
Sebaliknya, masyarakat yang sebelumnya belum terdaftar dapat masuk sebagai penerima baru apabila memenuhi syarat.
Pemutakhiran dilakukan secara berkala berdasarkan perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
3. Tidak memenuhi hasil verifikasi dan validasi
Pemerintah juga melakukan proses verifikasi lapangan untuk memastikan data penerima sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, seperti alamat tidak ditemukan, data kependudukan tidak sesuai, atau kondisi ekonomi sudah berubah, maka status penerima bansos dapat dihentikan.
Indikator yang bisa membuat seseorang tidak dapat bansos
Selain hasil pendataan, pemerintah juga mempertimbangkan berbagai indikator dalam DTSEN untuk menentukan kelayakan penerima bantuan.
Beberapa indikator tersebut antara lain:
1. Memiliki pinjaman atau kredit aktif
Aktivitas keuangan tertentu dapat menjadi bahan evaluasi, misalnya cicilan kendaraan, kredit bank atau koperasi, penggunaan layanan paylater, dan riwayat kredit yang tercatat.
2. Memiliki aset dan pengeluaran relatif tinggi
Pemerintah juga dapat menilai kondisi ekonomi melalui kepemilikan aset maupun pola pengeluaran, seperti:
Rumah atau tanah bersertifikat
Kendaraan dengan pajak aktif
Tagihan listrik yang relatif tinggi.
3. Memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap
Pada umumnya bansos tidak diprioritaskan bagi masyarakat yang bekerja sebagai ASN, anggota TNI atau Polri, maupun pegawai BUMN dan BUMD.
4. Kondisi keuangan dinilai sudah mapan
Beberapa aspek lain yang juga dapat menjadi bahan evaluasi meliputi:
Kepesertaan BPJS Kesehatan mandiri kelas 1 atau 2
Kepemilikan saldo tabungan tertentu
Catatan kredi
Aktivitas transaksi keuangan.
Pemerintah juga dapat menelusuri transaksi yang dinilai tidak sesuai dengan profil penerima bantuan, termasuk aktivitas yang mencurigakan.
Baca juga: Magang Nasional Kemnaker Dibuka Lagi 15 Juli 2026, Ini Link dan Cara Daftarnya
Apa itu desil bansos?
Salah satu faktor penting yang menentukan kelayakan penerima bantuan adalah desil bansos.
Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, mulai dari kelompok paling miskin hingga paling mampu.
Berikut pembagiannya:
Desil 1: sangat miskin.
Desil 2: miskin.
Desil 3: hampir miskin.
Desil 4: rentan miskin.
Desil 5: ekonomi pas-pasan.
Desil 6-10: kelompok ekonomi menengah hingga mampu.
Dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial, pemerintah umumnya memprioritaskan masyarakat pada kelompok desil bawah.
Karena itu, masyarakat yang masuk desil 6 hingga desil 10 berpeluang tidak lagi menerima bansos apabila hasil pendataan menunjukkan kondisi ekonominya sudah meningkat.
Penyebab lain bansos tidak diterima
Selain faktor ekonomi, ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan seseorang tidak memperoleh bantuan sosial, antara lain:
Data kependudukan belum diperbarui
NIK atau data keluarga belum sesuai
Alamat tidak ditemukan saat proses survei;
Penerima meninggal dunia
Terdapat perubahan komposisi anggota keluarga yang memengaruhi status kelayakan.
Pemerintah menegaskan bahwa bansos merupakan program yang ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, sehingga status penerima dapat berubah mengikuti hasil pembaruan data.
Apa yang harus dilakukan jika tidak dapat bansos?
Tangkapan layar tampilan hasil cek bansos di aplikasi Cek Bansos Kemensos. Cek PKH. Cara cek penerima PKH Mei 2026. Cara cek penerima PKH tahap 2 2026.
Apabila merasa masih memenuhi syarat tetapi tidak lagi menerima bantuan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah berikut:
Cek status penerima melalui situs atau aplikasi Cek Bansos Kemensos menggunakan NIK KTP
Pastikan data kependudukan, Kartu Keluarga (KK), dan alamat sudah sesuai
Ajukan pembaruan data melalui RT, RW, kelurahan, desa, atau dinas sosial setempat
Manfaatkan fitur Usulan pada aplikasi Cek Bansos apabila ingin mengajukan diri sebagai calon penerima
Hubungi layanan pengaduan Kemensos jika menemukan dugaan kesalahan data
Cara cek penerima bansos
Untuk mengetahui apakah masih terdaftar sebagai penerima bansos, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara online melalui laman resmi Kemensos.
Berikut cara cek status bansos Kemensos:
Buka situs cek bansos kemensos go id, yakni https://cekbansos.kemensos.go.id
Masukkan NIK KTP
Isi kode verifikasi (captcha)
Klik Cari Data.
Sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima bantuan, jenis bansos yang diterima, serta data lainnya apabila nama terdaftar.
Itulah ulasan mengenai sejumlah indikator kenapa tidak dapat lagi bansos. Dengan rutin memperbarui data kependudukan dan memastikan informasi dalam DTSEN sesuai kondisi terbaru, peluang terjadinya kesalahan data penerima bansos dapat diminimalkan.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri/kompas.com)