SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Eman Suherman, Bupati Majalengka, Jawa Barat yang diterpa hoax (kabar tidak benar) mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabar hoax itu menyebut Eman Suherman mengajak siswa menolak MBG.
Hal itu terjadi saat Eman melakukan inspeksi mendadak (sidak) program MBG di salah satu sekolah di Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Dalam video yang viral itu tampak Eman menanyakan kepada para siswa apakah mereka setuju apabila program MBG dibubarkan.
Para siswa kemudian terlihat kompak menjawab setuju.
Baca juga: Sosok Wamenag Romo Syafii yang Minta Semua Pesantren Dapat MBG Usai Jenguk Korban Keracunan Sidoarjo
Video ini pun menyebar viral hingga memunculkan tudingan Eman mendukung pembubaran MBG.
Tak lama setelah itu, Eman mengunggah video klarifikasi di media sosialnya.
Dalam video lengkap yang dibagikan Eman melalui media sosialnya, para siswa justru menyatakan tidak setuju apabila program MBG dibubarkan.
Eman pun menyayangkan beredarnya video yang telah dipotong dan diedit tersebut karena dinilai dapat menyesatkan serta menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
"Saya sangat menyayangkan video saya yang viral di media sosial dibagikan dalam kondisi tidak utuh dan bahkan diedit sehingga menyesatkan. Faktanya tidak seperti itu," kata mantan Sekda Majalengkap ini, Minggu (6/9/2026).
Eman mengatakan, video lengkap mengenai kejadian tersebut masih tersedia di media sosial miliknya.
Menurutnya, dalam video utuh tersebut para siswa justru menyatakan setuju apabila program MBG dilanjutkan.
"Video lengkapnya masih ada di media sosial saya. Di video tersebut, anak-anak justru menyatakan setuju jika program MBG dilanjutkan. Artinya, program ini memang sangat bermanfaat," ujarnya.
Eman Suherman lahir di Majalengka 15 Maret 1969.
Ia mengenyam pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa dan melanjutkannya ke Universitas Surapati.
Semasa Pendidikan S1 aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa IsIam (HMI) setelah lulus Ia kemudian menjadi seorang pegawai negeri sipil pada tahun 1994 di Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Selama menjadi birokrat, ia memegang beberapa jabatan seperti Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Kepala Dinas Bina Marga Cipta dan Karya, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka.
Eman menjabat sebagai sekretaris daerah Kabupaten Majalengka pada tahun 2020 hingga 2024.
Pada Pilbup Majalengka 2024, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Majalengka, didampingi oleh Dena Muhamad Ramdhan sebagai calon wakil bupati.
Mereka didukung oleh Koalisi Indonesia Maju Plus.
Pada pemilu bupati tersebut, ia unggul atas bupati petahana Karna Sobahi dengan memperoleh 441.570 suara atau 59,85 persen dari total suara sah, menjadikannya Bupati Majalengka terpilih.
Eman juga menegaskan dirinya mendukung program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
"MBG ini program yang sangat bagus, program mulia dari Pak Presiden. Saya sangat setuju dengan adanya MBG," tegasnya.
Ia menjelaskan, persoalan yang menjadi sorotannya bukan program MBG, melainkan pelaksanaan program tersebut di lapangan.
Eman meminta agar mitra pelaksana tidak menjadikan program MBG sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.
"Saya mendukung MBG, tetapi jangan sampai program yang mulia ini malah dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya oleh mitra," katanya.
Baca juga: PPPK Paruh Waktu Bukan Honorer, Pemkab Majalengka Tegaskan Statusnya sebagai ASN
Menurut Eman, kualitas makanan dan pemenuhan kebutuhan gizi siswa harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG.
"Jangan sampai karena ingin mencari keuntungan, kemudian kualitas makanannya dikurangi. Yang harus diutamakan itu anak-anak mendapatkan makanan bergizi," jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan keberadaan program MBG.
"Jadi bukan MBG-nya yang saya persoalkan. Saya sangat mendukung. Yang saya inginkan adalah program ini dilaksanakan dengan baik, jangan ada yang mengambil keuntungan berlebihan dari program Presiden," sambungnya.
Eman juga menegaskan pertanyaannya kepada para siswa saat sidak tidak bermaksud mengajak mereka menolak program MBG.
Sebaliknya, ia ingin memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa sebagai penerima.
"Kalau ditanya anak-anak setuju MBG atau tidak, tentu mereka setuju, kan ada video utuhnya di media sosial saya. Yang saya pertanyakan adalah pelaksanaannya, jangan sampai niat baik pemerintah ini tidak sampai kepada anak-anak dengan baik," pungkasnya.