TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi memperpanjang sekolah daring hingga Rabu (9/9/2026).
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Jambi kembali diperpanjang karena kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut diambil karena kualitas udara di Kota Jambi belum membaik di tengah kondisi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Asap karhutla dilaporkan semakin terasa di Kota Jambi. Kondisi udara yang kurang baik dan tingginya indeks standar pencemar udara (ISPU) menjadi pertimbangan agar kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilakukan dari rumah.
Informasi mengenai perpanjangan PJJ tersebut disampaikan melalui kanal informasi Pemerintah Kota Jambi pada Senin (7/9/2026).
“Karena kualitas udara di Kota Jambi masih belum membaik, pembelajaran jarak jauh diperpanjang hingga 9 September 2026,” demikian informasi yang disampaikan.
Selama PJJ berlangsung, kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah. Guru tetap memberikan pendampingan, sementara orang tua diminta membantu memastikan kegiatan belajar anak tetap berjalan.
Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah untuk mengurangi paparan anak-anak terhadap udara yang tercemar asap.
Asap Karhutla Menebal di Kota Jambi
Kondisi udara Kota Jambi pada Senin pagi terpantau masih dipengaruhi asap. Bau asap karhutla tercium kuat di sejumlah kawasan, sementara asap putih terlihat di udara.
Situasi tersebut terjadi ketika titik panas (hotspot) masih terdeteksi di Provinsi Jambi.
Berdasarkan pantauan satelit NASA-NOAA20 yang tercatat dalam sistem SiPongi Kementerian Kehutanan pada Senin (7/9/2026) pukul 08.00 WIB, terdapat 51 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Provinsi Jambi.
Satu di antaranya ditandai dengan warna merah dan berada di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).
Kondisi ini menunjukkan ancaman karhutla di Jambi masih perlu diwaspadai, meskipun keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan bahwa asap yang berada di Kota Jambi berasal dari satu titik tertentu. Sebaran asap juga dipengaruhi arah angin dan kondisi atmosfer.
PJJ Diperpanjang, Anak Belajar dari Rumah
Dengan diperpanjangnya PJJ, siswa di Kota Jambi untuk sementara mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah hingga 9 September 2026.
Guru tetap melaksanakan proses pembelajaran dan memberikan pendampingan kepada siswa melalui sistem daring.
Orang tua juga diminta ikut memastikan anak mengikuti pembelajaran selama kebijakan PJJ diberlakukan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi aktivitas anak di luar ruangan selama kondisi kualitas udara belum kembali membaik.
Imbauan untuk Jaga Kesehatan
Di tengah kondisi udara yang masih dipengaruhi asap, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan partikulat akibat asap.
Pemerintah berharap kualitas udara segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan dan siswa bisa kembali belajar di sekolah dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di Jambi masih menjadi perhatian, terutama karena sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi masih terdeteksi di wilayah tersebut. (Tribun Jambi/Asto)
Baca juga: Pagi Ini Desa Suban 1 Hotspot Merah, Provinsi Jambi 51 Hotspot Kuning, Asap Karhutla Pekat di Kota
Baca juga: Cerita Rumah Warisan-Perumahan di 7 Daerah Kota Jambi Sertifikatnya Diblokir BPN