Jadwal Rerahinan Terdekat, Buda Cemeng Menail: Makna dan Persembahan Berdasarkan Lontar Sundarigama
Putu Kartika Viktriani September 07, 2026 11:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu di Bali mengenal Buda Wage Menail atau Buda Cemeng Menail, hari suci yang diperingati setiap 210 hari sekali berdasarkan pertemuan Saptawara Buda (Rabu), Pancawara Wage dan Wuku Menail.

Terdekat, hari raya ini akan jatuh pada 9 September 2026.

Buda Cemeng Menail menjadi salah satu hari yang memiliki makna spiritual dalam kehidupan umat Hindu.

Pada hari ini, umat diajak untuk mengendalikan indria, menyucikan pikiran serta melakukan perenungan guna memperoleh ketenangan dan kedamaian batin.

 

Makna Buda Wage atau Buda Cemeng disebutkan dalam Lontar Sundarigama.

Dalam lontar tersebut disebutkan:

Buda Waga, ngaraning Buda Cemeng, kalingania adnyana suksema pegating indria, Betari Manik Galih sira mayoga, nurunaken Sang Hyang Ongkara Mertha ring sanggar, muang ring luwuring aturu, astawakna ring seri nini kunang duluring diana semadi ring latri kala.

Baca juga: Ala Ayuning Dewasa Jumat 4 September 2026 Sesuai Kalender Bali, Sukra Wage Uye

Berdasarkan terjemahan Lontar Sundarigama yang diterbitkan Parisada Hindu Dharma Kabupaten Tabanan pada 1976, Buda Wage atau Buda Cemeng memiliki makna mewujudkan inti kesucian pikiran dengan cara memutuskan atau mengendalikan sifat-sifat kenafsuan dan indria.

Hari tersebut juga disebut sebagai saat Bhatari Manik Galih melakukan yoga, dengan menurunkan Sang Hyang Omkara Amrta yang dimaknai sebagai inti hakikat kehidupan di luar ruang lingkup dunia sekala.

Persembahan pada Buda Cemeng Menail

Dalam pelaksanaan Buda Cemeng Menail, umat Hindu dapat menghaturkan canang wangi-wangi sebagai bentuk persembahan.

Pemujaan dilakukan di sanggar dan di atas tempat tidur, serta menghaturkan persembahan kepada Sang Hyang Sri.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya umat untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon anugerah dan tuntunan dalam kehidupan.

Tidak hanya melakukan persembahan, pada malam harinya umat juga dianjurkan melakukan renungan suci atau semadi. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengintrospeksi diri dan menenangkan pikiran.

Makna Buda Cemeng Menail

Buda Cemeng Menail mengandung pesan agar umat Hindu mampu mengendalikan pikiran dan indria.

Pengendalian tersebut penting untuk menjaga kesucian batin sehingga seseorang tidak mudah dikuasai oleh hawa nafsu.

Melalui persembahan, doa dan renungan suci, umat diharapkan dapat menciptakan ketenangan dalam diri.

Dengan pikiran yang tenang, seseorang akan lebih mampu menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran.

Pada akhirnya, Buda Cemeng Menail bukan hanya menjadi momentum pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Perayaan ini mengingatkan umat Hindu akan pentingnya menjaga kesucian pikiran, mengendalikan indria serta senantiasa berupaya memperoleh kedamaian dan kebahagiaan dalam kehidupan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.