Renungan Harian Kristen Senin 7 September 2026, Keluaran 18:15, Mencari Petunjuk Tuhan Allah
Chintya Rantung September 07, 2026 02:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Senin 7 September 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Keluaran 18:15.

Kata Musa kepada mertuanya itu: ”Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah.

Tema perenungan adalah Mencari Petunjuk Tuhan Allah.

Khotbah:

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Ayat 15 menceritakan tentang respons Musa atas pertanyaan mertuanya menyangkut cara kerja kepemimpinannya dan penanganannya atas berbagai persoalan umat Israel.

Musa mengatakan bahwa umat yang datang kepadanya adalah untuk mendapatkan petunjuk Tuhan Allah.

Ia begitu meyakini bahwa tugasnya adalah menjadi penghubung antara umat dan Tuhan Allah. 

Musa termotivasi untuk melayani umat dan menjaga mereka agar tetap ada di jalan-Nya. 

Sesungguhnya umat Israel tidak bisa berjalan sendiri, dan menyadari akan bahaya tersesat jika tanpa Tuhan Allah.

Karena itu mereka sangat membutuhkan tuntunan dan penyertaan-Nya. 

Ini merupakan contoh adanya kerinduan umat untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan Allah.

Sebagai gambaran yang indah bahwa dalam keluarga, kita juga perlu membangun kerinduan yang sama, tidak bersikap mengandalkan akal atau emosi semata-mata, tapi mau mengikuti apa yang menjadi kehendak dan keinginan-Nya.

Musa berperan sebagai perantara bagi umat. Dalam keluarga, tanggung jawab orang tua adalah menjadi penuntun bagi anak-anak, dan mengarahkan mereka kepada ketaatan akan Firman Tuhan.

Sesungguhnya Tuhan Allah mau agar kita datang kepada-Nya, bukan hanya saat dalam kesusahan ataupun kesulitan, tapi dalam totalitas kehidupan, pada saat membuat keputusan penting, saat menjalankan rencana, mengasuh anak, memelihara keutuhan, dan menghadapi masalah sehari-hari.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Tuhan Allah tidak hanya sebagai penolong saat kesulitan, tetapi juga penuntun jalan hidup setiap hari.

Dengan menyerahkan keluarga kita ke dalam pemeliharaan-Nya, Dia menuntun kita di jalan yang benar walau terkadang sulit dimengerti. 

Dia mengangkat kita saat jatuh dan menopang kita saat lemah. 

Dia memancarkan terang saat kita ada dalam kegelapan. Dia memberikan harapan saat kita berada ditengah keputusasaan.

Sebagai orang tua, kita dipanggil agar mengajarkan anak-anak kita untuk mengandalkan Tuhan Allah dalam setiap langkah juang mereka.

Ketika kita menempatkan Tuhan Allah sebagai pusat di tengah keluarga, maka keluarga akan hidup dalam kasih dan keputusan keluarga tidak hanya berdasarkan keinginan pribadi, tapi kehendak Tuhan Allah.

Masalah tidak membuat kehilangan arah, tapi menjadi kesempatan untuk bersandar lebih dalam kepada-Nya. Amin.

Sumber: RHK GMIM

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.