SRIPOKU.COM, LAHAT - Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare di Dusun III, Desa Ulak Lebar, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumsel, berbuntut panjang.
Kebakaran yang terjadi di belakang Perumahan Griya Revari, Sabtu (7/9/2026), kini masuk dalam penyelidikan Unit Pidsus Polres Lahat.
Tak main-main, polisi telah memanggil tiga orang untuk dimintai keterangan terkait asal-usul kobaran api yang menghanguskan lahan tersebut.
Salah satunya yakni F, seorang ASN Pemerintah Kabupaten Lahat yang disebut sebagai pemilik lahan.
Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto SIK MIK melalui Kanit Pidsus Ipda Achmad Syarif SPsi MSi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap ketiga saksi tersebut.
Menurutnya, penanganan awal kebakaran dilakukan Polsek Kota sebelum kemudian diteruskan kepada Unit Pidsus Polres Lahat.
"Ada tiga orang yang kita panggil, hari ini dimintai keterangan. Ya, salah satunya F. Statusnya saksi semua," ujar Achmad Syarif, Senin (7/9/2026).
Saksi Sebut Ada Pembakaran di Dua Titik
Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang diperoleh, salah seorang saksi disebut mengaku melihat F melakukan pembakaran di dua titik di areal lahannya.
Namun, api kemudian diduga membesar dan merembet hingga melahap lahan milik F serta lahan warga lainnya.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apakah kebakaran tersebut benar-benar dilakukan dengan sengaja.
Achmad Syarif menegaskan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap ketiga saksi serta mengumpulkan bukti-bukti lain di lokasi kejadian.
"Untuk kronologis kita belum bisa sampaikan, masih menunggu hasil keterangan ketiga saksi tersebut. Ini bukan kejadian tangkap tangan," jelasnya.
Ia mengatakan status F maupun dua orang lainnya saat ini masih sebagai saksi.
Namun, status tersebut dapat berubah apabila hasil pemeriksaan dan alat bukti yang dikumpulkan mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran lahan.
"Tapi jika keterangan saksi dan alat bukti cukup untuk membuktikan lahan itu sengaja dibakar, ini bisa lanjut," tegasnya.
Warga Sempat Kalang Kabut
Kebakaran tersebut sempat membuat warga di sekitar lokasi panik.
Kobaran api yang cukup besar dikhawatirkan merambat hingga mendekati permukiman warga.
Tak hanya api, kepulan asap tebal juga sempat masuk ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Beruntung, tidak ada rumah warga yang dilaporkan ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Petugas pemadam kebakaran kemudian berjibaku menjinakkan kobaran api.
Sebanyak tiga armada Damkar Lahat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat lebih luas ke kawasan permukiman.
Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kebakaran dan mengumpulkan keterangan serta bukti untuk menentukan apakah terdapat unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.