Sempat Tak Nyaman di Palembang, Haykal Kamil Mendadak Umumkan Gagal Terbang ke Kota Pempek 'Risiko'
pairat September 07, 2026 02:48 PM

 

SRIPOKU.COM - Sempat kurang nyaman dengan kondisi di Palembang, kini aktor Haykal Kamil mendadak umumkan gagal untuk terbang ke kota pempek.

Padahal Haykal Kamil mengaku sudah memesan tiket hotel di Palembang.

Penyebab perjalanan saudara Zaskia Adya Mecca ini gagal sempat dibagikannya melalui laman instagramnya, Minggu (6/9/2026) pagi.

Ternyata Ia memilih membatalkan rencana perjalanannya ke Palembang setelah menyadari adanya abu vulkanik yang menyelimuti lingkungan rumahnya pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Haykal awalnya keluar rumah setelah salat Subuh berniat untuk mengisi token listrik yang berbunyi. 

Kolase. Haykal Kamil.
Kolase. Haykal Kamil. (TikTok)

Baca juga: Haykal Kamil Soroti Jalan Lintas Sumsel Rusak, Daerah Kaya Sumber Daya Alam Tapi Jalannya Kacau

Namun, ia melihat permukaan lantai di halaman rumahnya dipenuhi debu yang menurutnya berbeda dari debu biasa.

"Ketika keluar, kok rasanya debunya banyak banget yang ada di lantai," ucap Haykal Kamil dihubungi awak media, Minggu (6/9/2026).

"Pas saya coba pegang dan saya lihat, ternyata debunya jauh lebih kasar daripada debu yang biasa ada di rumah saya," kata Haikal.

Haikal kemudian menduga debu tersebut merupakan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Dugaan itu semakin kuat setelah ia mengetahui aktivitas erupsi gunung tersebut turut berdampak terhadap penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memang meluas pada 6 September 2026. 

Berdasarkan pemantauan BMKG, abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. 

Sementara abu pada ketinggian yang lebih tinggi bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.

Kondisi tersebut terjadi setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meningkat. 

Sebaran abu bahkan mengganggu operasional sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, sehingga penerbangan sempat ditutup sementara demi keselamatan.

Di tengah kondisi tersebut, Haikal sebenarnya sudah memiliki rencana berangkat ke Palembang pada Minggu siang, hotel pun telah dipesannya.

Namun, ia akhirnya memilih tinggal di rumah karena menilai risiko perjalanan saat kondisi belum kondusif tidak sebanding dengan kepentingannya.

"Harusnya hari ini saya berangkat ke Palembang. Saya udah booking hotel di sana, saya udah mau berangkat hari ini jam 1 siang," tuturnya.

"Cuma memang karena kondisi tidak ideal, tidak kondusif, walaupun keberangkatan naik kapal masih berjalan, rasanya risikonya enggak sepadan dengan reward yang didapatkan," ujar Haikal.

Haikal mengatakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan di Palembang akhirnya bisa didelegasikan kepada timnya yang berada di lapangan.

Batasi ke Luar Rumah dan Pakai Masker

Selain membatalkan perjalanan, Haykal juga mulai mengurangi aktivitas di luar rumah selama seharian, kemarin.

Ia menggunakan masker ketika harus keluar dan tengah memesan masker N95 sebagai bentuk antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

"Saya coba pakai masker ke mana-mana. Tadi saya keluar rumah udah begini kondisinya karena saya khawatir juga," ungkapnya.

"Cuma ini memang maskernya masih masker yang biasa, belum yang N95," tutur Haikal.

Ia juga berencana menyiapkan sejumlah kebutuhan pokok di rumah serta mengurangi aktivitas luar ruang selama kondisi belum kembali normal.

Menurut Haikal, masyarakat perlu lebih berhati-hati menghadapi kondisi tersebut, terutama mereka yang tinggal di wilayah yang lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

"Kalau sampai Jakarta, jujur enggak terlalu kaget sih. Karena mungkin konsekuensi kita hidup di negara kepulauan, ya ini salah satu yang harus kita hadapi," kata Haikal.

Haykal Sempat Kurang Nyaman di Palembang

VLOG SUNGAI MUSI : Konten kreator Haykal Kamil menyoroti kondisi kawasan Jembatan Ampera dan tepian Sungai Musi saat melakukan vlog ke Monumen Perjuangan Rakyat Sumsel hingga ke Jembatan Ampera. Tangkapan layar Instagram @haykalkamil
VLOG SUNGAI MUSI : Konten kreator Haykal Kamil menyoroti kondisi kawasan Jembatan Ampera dan tepian Sungai Musi saat melakukan vlog ke Monumen Perjuangan Rakyat Sumsel hingga ke Jembatan Ampera. Tangkapan layar Instagram @haykalkamil (Tangkapan layar Instagram)

Baca juga: Jalan Cecar-Lubuklinggau Segera Diperbaiki, Haykal Kamil Puji Respon Cepat Gubernur Herman Deru

Sebelumnya, Haykal Kamil mengunggah vlog saat mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Sumatera Selatan hingga kawasan Jembatan Ampera.

Dalam videonya, Haykal menjelaskan sejarah Jembatan Ampera yang dahulu dapat dinaikkan dan diturunkan untuk memberi jalan bagi kapal besar yang melintas.

Namun, saat berada di tepian Sungai Musi, ia menyoroti banyaknya sampah dan eceng gondok yang mengotori kawasan di bawah Jembatan Ampera.

Menurutnya, kondisi tersebut mengurangi daya tarik salah satu ikon wisata Kota Palembang.

Haykal juga mengusulkan agar kawasan tersebut ditata lebih baik dengan menyediakan area khusus untuk menikmati panorama Jembatan Ampera.

Selain masalah kebersihan, ia mengaku sempat merasa kurang nyaman karena didatangi pengemis yang terus memaksa meminta uang.

"Ketika di sana banyak sampah dan pengemis yang rasanya mengganggu karena mintanya maksa. Kebetulan saya tidak bawa uang tunai jadi terus dipaksa," ujarnya dalam vlog tersebut.

Menanggapi masukan itu, Ratu Dewa turut menyampaikan apresiasi kepada Haykal Kamil melalui pesan langsung.

"Siap, makasih banyak bro yo, atas perhatian dan masukan serta sarannya cukup positif," balas Ratu Dewa.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa pun langsung merespons cepat video viral yang diunggah konten kreator Haykal Kamil terkait kondisi kebersihan di kawasan Jembatan Ampera dan tepian Sungai Musi.

Menindaklanjuti sorotan tersebut, Ratu Dewa langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk turun ke lapangan melakukan penanganan.

"Saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk menindaklanjuti kebersihannya. Satpol PP juga saya minta melakukan patroli dan pemantauan atas informasi tersebut," ujar Ratu Dewa kepada Sripoku.com, Senin (3/8/2026).

Menurut Ratu Dewa, Dinas PUPR diminta segera membersihkan titik-titik yang menjadi sorotan dalam video tersebut.

Sementara Satpol PP ditugaskan melakukan patroli rutin guna mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Palembang terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.

"Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban Kota Palembang," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.