TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Kabupaten Batang Hari memutuskan untuk memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa, Senin (7/9/2026).
Langkah ini diambil menyusul kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah Kabupaten Batang Hari yang masih tergolong buruk dan berfluktuasi akibat pencemaran udara.
Sekretaris Dinas PDK Kabupaten Batang Hari, Lina Dinanti, mengungkapkan kebijakan belajar dari rumah tersebut saat ini telah berjalan selama kurang lebih dua minggu.
"Sampai saat ini Dinas Pendidikan masih memutuskan untuk pembelajaran dilakukan secara PJJ sampai ada informasi selanjutnya. Ini sudah berlangsung kurang lebih dua minggu di Kabupaten Batang Hari," katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan data ISPU yang dirilis oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari. Berdasarkan pembaruan data terakhir per 6 September 2026 pukul 09.00 WIB, angka ISPU di Batang Hari tercatat mencapai 213.
"Kami masih menunggu informasi update angka ISPU terbaru dari Dinas Lingkungan Hidup. Bagi para orang tua, kami imbau agar tetap mendampingi anak-anaknya selama PJJ dan menjaga mereka untuk beraktivitas di dalam ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, wajib menggunakan masker demi menghindari penyakit akibat pencemaran udara," jelasnya.
Dampak dari perpanjangan kebijakan PJJ tersebut terlihat dari penghentian sementara aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di sejumlah sekolah.
Berdasarkan pantauan Tribunjambi.com di SDN 13 Rengas Condong, Muara Bulian, tidak tampak adanya aktivitas KBM di area sekolah.
Seluruh pintu gedung dan ruang kelas terlihat tertutup rapat serta terkunci gembok. Kendati ruang kelas digembok dan siswa belajar dari rumah, beberapa guru masih terlihat hadir di sekolah untuk menjalankan tugas.
Baca juga: 1.053 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Tanjab Barat, Terbanyak di Batang Asam