TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kisah kegigihan merintis usaha ditunjukkan Dermiyanti, perempuan asal Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Ia membuka rumah produksi kue pada 2014 silam dari dapur kecil sederhana serta dikerjakan seorang diri.
Empat tahun kemudian berselang, usaha kecil itu menemukan jalan buat bertumbuh ketika Dermiyanti bergabung sebagai nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.
Lewat pinjaman modal awal Rp2 juta, ia terus mendapat pendampingan secara berkelanjutan.
Plafon pinjaman pun makin berkembang menjadi hampir Rp10 juta rupiah.
Dukungan itu menjadi amunisi usaha Dermiyanti terus bertahan dan berkembang dari tahun ke tahun.
Pendampingan PNM tidak berhenti pada urusan permodalan saja, tetapi membuka jejaring lebih luas.
Pada 2024, PNM Mekaar memafasilitasi Dermiyanti studi banding ke Bogor, Jawa Barat.
Dari program itu, ia mendapatkan wawasan pada sejumlah resep baru yang segera dipraktikkan sepulang ke Jambi.
“Saya coba resep Roti Mandau Durian. Ini sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo, tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas,” ucap Dermiyanti pada 3 September 2026 lalu.
Ia pada akhirnya berhasil menyempurnakan resep hingga melahirkan dua varian andalan, Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat, yang laris manis di pasaran.
Keberhasilan itulah yang kemudian mengubah arah perjalanan usahanya.
Baca juga: 1.053 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Tanjab Barat, Terbanyak di Batang Asam
Baca juga: PM Malaysia Telepon Jokowi, Sampaikan Empati Atas Bencana Erupsi dan Karhutla
Omzet berlipat
Permintaan terus membeludak membuat rumah produksinya kini beroperasi nyaris tanpa henti.
Karyawan bekerja mulai dari pagi hingga dini hari, bahkan kerap lembur hingga menjelang subuh.
Seiring usahanya yang makin meningkat, PNM Mekaar mendampingi Dermiyanti mengurus Nomor Induk Berusaha atau NIB.
“Saya enggak menyangka dari awal moda dua juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Mekaar,” ucapnya.
Skala produksi itu kini tercermin dari angka-angka produksi yang menghasilkan hingga 3.000 bolu per hari.
Jumlah itu mencakup varian brownies, sarang semut, Roti Mandau Durian, Mandau Coklat, dan rainbow cake.
Pemasaran tak hanya Kota Jambi, tetapi ke sejumlah pasar daerah meliputi Bangko, Sarolangun, hingga Tebo dengan harga jual Rp15.000 per bolu.
Dari perputaran bisnis ini, Dermiyanti membukukan omzet Rp15 juta hingga Rp20 juta per hari, capaian yang jauh melampaui modal awalnya delapan tahun silam.
Bagi Dermiyanti, semua pencapaian itu bukan tentang angka semata, melainkan tentang keberanian.
"Dari modal awal dua juta, saya belajar keberanian, terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal,” ujarnya
“Jangan pernah takut capek dan lembur, karena dari kerja keras inilah kita bisa membuka pintu rezeki untuk keluarga dan belasan orang di sekitar kita," kata Dermiyanti.
Merawat kepercayaan nasabah
Direktur Utama PT. PNM Kindaris menyatakan, delapan tahun bagi Dermiyanti dalam menekuni usaha bukan waktu singkat, utamanya merawat kepercayaan.
Dari sanalah cerita ini tumbuh, lewat modal yang dijaga, menjadi rumah produksi yang menghidupi belasan keluarga dan menautkan sesama perempuan dalam satu ekosistem usaha.
Kisah Dermiyanti menunjukkan, kepercayaan yang dirawat sungguh-sungguh antara perusahaan dan nasabah, sekecil apa pun awalnya, pada akhirnya akan berbuah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.
“Kesetiaan seorang nasabah adalah cermin dari kepercayaan yang kami jaga bersama. Pada akhirnya, keberhasilan mereka adalah bukti paling jujur bahwa pendampingan kami telah sampai ke tempat yang tepat,” ujar Kindaris.
Spirit itu, lanjutnya, makin terasa menemukan maknanya di Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September.
Bagi PNM, momentum tersebut menjadi pengingat, setiap penyaluran pembiayaan bukan sekadar transaksi selesai begitu cair, melainkan awal dari sebuah perjalanan yang harus ditemani.
Pada sosok Dermiyanti, kata Kindaris, komitmen itu berbuah sederhana namun berarti, usaha kecil yang tak pernah dibiarkan sendiri, hingga tumbuh menjadi penghidupan bagi banyak orang sekitar.
Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar makin berkembang
“Kami tidak pernah sekadar menyalurkan modal, kami menitipkan harapan,” kata Kindaris. (adv)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi