Ega Rizky Minta Maaf Usai PSS Sleman Gagal Raih Poin di Laga Pembuka
Hari Susmayanti September 07, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penjaga gawang PSS Sleman, Ega Rizky Pramana, meminta maaf kepada suporter Laskar Sembada setelah timnya gagal membawa pulang poin pada laga pembuka Super League 2026/2027.

PSS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) malam.

Pada laga tersebut, PSS belum bisa menurunkan kiper asing asal Brasil, Pedro Caracoci, yang masih menjalani pemulihan akibat cedera punggung. 

Pedro sebelumnya berlatih secara terpisah sejak Selasa (2/9/2026) sore dan tidak dibawa ke Bali agar fokus menjalani pemulihan.

PSS menargetkan Pedro bisa segera pulih untuk menghadapi Madura United pada pertandingan pekan kedua.

Absennya Pedro membuat Ega Rizky Pramana dipercaya mengawal gawang PSS sejak menit awal. 

Kiper asal Banyumas itu mengapresiasi perjuangan seluruh tim yang tetap berusaha hingga peluit akhir dibunyikan.

“Saya apresiasi perjuangan rekan-rekan tim PSS, dari pemain dan staf. Kita sudah berjuang sampai menit terakhir,” ujar Ega, Senin (7/9/2026).

Baca juga: Pelatih PSS Sleman Ungkap Alasan Simpan Melvyn Lorenzen di Bangku Cadangan saat Lawan Bali United

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter karena PSS belum mampu mempersembahkan hasil maksimal. 

Di sisi lain, Ega mengaku terharu dengan dukungan ribuan suporter yang rela datang jauh-jauh ke Bali untuk mendampingi perjuangan PSS.

“Yang kedua, mohon maaf kepada suporter karena kita belum meraih poin. Dan terima kasih, saya apresiasi sebesar-besarnya kepada suporter yang sudah datang,” katanya.

Dalam pertandingan tersebut, Ega beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Namun, ia juga sempat mengambil sejumlah keputusan untuk keluar dari sarangnya guna mengantisipasi serangan lawan.

Menanggapi hal itu, Ega menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi permainan PSS yang menerapkan garis pertahanan tinggi.

“Memang ketika kita bermain dengan garis defensif tinggi, kiper diwajibkan untuk meng-cover area di belakang dan berperan sebagai sweeper. Antisipasi tersebut merupakan bagian dari strategi. Kita melakukan yang terbaik,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.