TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Wakil Bupati Kaimana, Papua Barat, Isak Waryensi memastikan Program Satu Miliar Satu Kampung (SAMISAKA) tetap berlanjut.
Ia meminta dana tahap pertama yang telah dicairkan segera disalurkan kepada masyarakat dan tidak tertahan di tingkat pengurus.
Dalam sambutannya pada rapat koordinasi di GOR Kaimana, Senin (7/9/2026), Wabup Isak menegaskan bahwa kelanjutan program sempat menjadi pertanyaan masyarakat karena prosesnya menghadapi berbagai kendala.
“Banyak masyarakat yang menanyakan apakah bisa ada kelanjutan lagi. Saya bilang berdoa. Berdoa semoga Tuhan akan menjawab,” ujarnya.
Baca juga: Wabup Isak Waryensi Tegaskan Dana SAMISAKA di Kaimana Harus Utuh untuk Masyarakat
Ia mengingatkan seluruh pengurus, pendamping kabupaten, dan pendamping kampung agar tetap sabar serta bekerja maksimal mengawal program tersebut.
“Walaupun banyak kendala dan masalah yang kita hadapi, saya mohon supaya kita semua tetap sabar. Kalau perubahan sudah jalan, tahap kedua sudah bisa jalan lagi,” katanya.
Wabup menekankan bahwa dana tahap pertama harus segera direalisasikan sesuai mekanisme dan perencanaan.
“Tahap pertama yang sudah cair, langsung kerja. Setelah penyerahan dari kepala kampung ke pengurus, langsung distribusi,” tegasnya.
Baca juga: Wabup Kaimana Tegaskan Dana SAMISAKA Rp84 Miliar Harus Dikelola untuk Rakyat
Selain itu, ia meminta pengurus memperhatikan kualitas pembibitan dalam pelaksanaan kegiatan agar hasil program benar-benar optimal.
“Pembibitan juga harus dilihat dengan baik. Jangan salah-salah ambil,” ujarnya.
Para pendamping kabupaten dan kampung diminta menjadikan program SAMISAKA sebagai ruang untuk menunjukkan kinerja dan tanggung jawab dalam mengawal anggaran pemerintah.
“Ini tempat untuk kalian berkarya. Buktikan bahwa kalian bisa mengawal anggaran ini dengan baik sampai kepada masyarakat. Masyarakat akan menilai kalian,” katanya.
Baca juga: Pemkab Kaimana Siapkan Tambahan Rp500 Juta Lengkapi Dana SAMISAKA
Ia berharap seluruh pihak bekerja dengan penuh tanggung jawab dan berpegang pada nilai-nilai keagamaan. “Lakukan hal ini dengan penuh takut Tuhan,” pesannya.
Kepala kampung juga diminta ikut mengawal pelaksanaan program dan tidak memperkeruh situasi.
“Jangan ada kepala-kepala kampung yang memperkeruh situasi,” tegasnya.
Wabup memastikan anggaran tahap kedua telah disiapkan pemerintah daerah sehingga alokasi SAMISAKA menjadi genap Rp1 miliar untuk setiap kampung.
Ia berharap seluruh kepala kampung, pengurus, pendamping, dan pihak terkait bersama-sama mengawal program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kaimana.