TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi bencana dengan menyesuaikan kembali perencanaan anggaran negara.
Arahan tersebut disampaikan di tengah sejumlah bencana dan ancaman kebencanaan yang sedang dihadapi Indonesia secara bersamaan.
Prabowo secara khusus menginstruksikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beserta jajaran kementerian terkait untuk melakukan penyesuaian terhadap postur anggaran.
Salah satu fokusnya adalah meningkatkan alokasi dana untuk mitigasi bencana secara signifikan.
Baca juga: Erupsi Krakatau, Penerbangan Samarinda-Jakarta Batal, Kisah Perawat Tertahan di Bandara APT Pranoto
Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi untuk mengurangi risiko, dampak kerusakan, maupun jumlah korban.
Langkah tersebut dapat berupa penyediaan peralatan, pembangunan infrastruktur pendukung, pemetaan wilayah rawan, hingga peningkatan kesiapsiagaan personel.
Arahan mengenai tambahan anggaran tersebut disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Indonesia secara virtual pada Senin (7/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti kondisi geografis Indonesia yang membuat wilayah Tanah Air memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yaitu wilayah yang banyak memiliki gunung api aktif dan aktivitas tektonik sehingga rawan mengalami gempa bumi dan letusan gunung api.
Prabowo menilai kondisi Indonesia mengharuskan pemerintah memiliki kesiapan yang memadai untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Menurutnya, posisi Indonesia di kawasan Cincin Api merupakan kondisi yang harus diperhitungkan dalam kebijakan pemerintah, termasuk ketika menyusun anggaran negara.
"Ini ya adalah takdir kita. Negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, ya. Jadi ini membawa kita untuk, kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita ya, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan ya," tegas Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Presiden.
Prabowo kemudian meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan kementerian terkait untuk segera menyesuaikan perencanaan keuangan negara agar kebutuhan penanggulangan bencana dapat diantisipasi dengan lebih baik.
Penyesuaian tersebut tidak hanya menyangkut besaran anggaran, tetapi juga bagaimana pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana sebelum bencana terjadi.
Prinsip Perencanaan: Lebih Baik Berlebih daripada Kekurangan
Dalam arahannya, Prabowo meminta pemerintah menggunakan pendekatan yang mengutamakan kesiapan. Ia menilai penyediaan sarana penanggulangan bencana sebaiknya tidak dilakukan dengan perhitungan yang terlalu minim.
Presiden meminta agar perencanaan menggunakan prinsip bahwa ketersediaan sarana yang lebih banyak lebih baik dibandingkan kekurangan ketika bencana sudah terjadi.
"Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan ya, kita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang. Artinya, ini juga nanti Mensesneg siapkan juga, beri tahu juga Menteri Keuangan, Menteri Bappenas, ya," ujarnya.
Mensesneg yang dimaksud merupakan Menteri Sekretaris Negara, sementara Menteri Bappenas merujuk pada menteri yang membidangi perencanaan pembangunan nasional.
Arahan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya menjadi tugas lembaga teknis di lapangan. Perencanaan kebutuhan peralatan dan pembiayaannya juga perlu dimasukkan sejak awal dalam perencanaan pemerintahan.
Dengan demikian, ketika bencana terjadi, pemerintah diharapkan sudah memiliki armada dan peralatan yang dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu proses pengadaan dalam kondisi darurat.
Helikopter, Pompa Air dan Pemadam Kebakaran Jadi Perhatian
Salah satu bentuk kesiapan yang disoroti Prabowo adalah ketersediaan armada dan peralatan taktis untuk menghadapi situasi krisis.
Presiden menyebut kebutuhan terhadap helikopter, pompa air, dan kendaraan atau peralatan pemadam kebakaran perlu diperkuat.
"Berarti lebih banyak helikopter lebih baik. Lebih banyak pompa air lebih baik. Lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian," ucapnya.
Helikopter dapat menjadi sarana penting dalam kondisi bencana karena dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Armada tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung proses evakuasi maupun distribusi bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, pompa air dan peralatan pemadam kebakaran berkaitan erat dengan penanganan kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Karhutla merupakan kebakaran yang terjadi pada kawasan hutan maupun lahan, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Dampaknya dapat meluas karena api dapat menyebar ke area vegetasi kering dan menghasilkan asap yang mengganggu masyarakat.
Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya pemerintah memiliki peralatan yang cukup sebelum kejadian berlangsung.
Alat Berat Skala Kecil Diminta Disiagakan di Desa Rawan Karhutla
Selain menginginkan penguatan armada dalam skala besar, Prabowo juga menyoroti kebutuhan peralatan yang dapat ditempatkan langsung di wilayah rawan.
Salah satu yang disebut adalah ekskavator berukuran kecil untuk disiagakan di desa-desa yang secara rutin menghadapi ancaman kebakaran hutan.
"Lebih banyak ekskavator di tingkat, ekskavator-ekskavator kecil di tempat, di desa-desa yang secara tradisional selalu kena kebakaran hutan itu lebih baik," tuturnya.
Ekskavator merupakan alat berat yang umumnya digunakan untuk menggali, mengangkat, memindahkan material, serta membuka atau membersihkan area tertentu. Dalam konteks penanggulangan karhutla, ketersediaan alat tersebut di sekitar kawasan rawan dapat membantu penanganan sesuai kebutuhan lapangan.
Penempatan peralatan di tingkat desa juga berkaitan dengan kecepatan respons. Wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan atau fasilitas penanggulangan bencana dapat menghadapi kendala waktu apabila seluruh peralatan harus didatangkan dari daerah lain.
Karena itu, arahan Prabowo tidak hanya berfokus pada pengadaan sarana, tetapi juga penempatan sarana tersebut di lokasi yang dinilai memiliki risiko bencana berulang.
Pemerintah Tengah Menghadapi Sejumlah Ancaman Bencana
Instruksi peningkatan anggaran mitigasi tersebut disampaikan ketika Indonesia menghadapi beberapa persoalan kebencanaan dalam waktu yang berdekatan.
Salah satunya adalah proses pemulihan setelah gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa bumi dapat menimbulkan berbagai dampak lanjutan, mulai dari kerusakan bangunan, terganggunya akses transportasi, hingga kebutuhan evakuasi dan tempat pengungsian. Proses pemulihan juga membutuhkan dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Selain menangani dampak gempa di Flores, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Peningkatan aktivitas gunung api menjadi perhatian karena letusan dapat menghasilkan material vulkanik seperti abu, pasir, batu pijar, maupun lava. Abu vulkanik juga dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi udara apabila menyebar ke jalur penerbangan.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menghadapi aktivitas gunung api.
Karhutla dan Kabut Asap Juga Menjadi Perhatian
Ancaman lainnya adalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar kawasan vegetasi. Kebakaran dalam skala luas dapat menghasilkan kabut asap dan berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, serta lingkungan.
Penanganan karhutla juga membutuhkan kombinasi berbagai sarana, mulai dari kendaraan pemadam, pompa air, sumber air, alat berat, hingga personel yang mampu menjangkau titik api.
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Prabowo memberikan perhatian terhadap penambahan peralatan penanggulangan bencana, termasuk pompa air, pemadam kebakaran, dan ekskavator di kawasan rawan.
Pemerintah diharapkan tidak hanya bergerak setelah bencana terjadi, tetapi telah memiliki kesiapan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Purbaya Diminta Menyesuaikan Perencanaan Keuangan Negara
Dalam konteks kebijakan anggaran, instruksi Prabowo ditujukan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajaran pemerintah yang berkaitan dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan negara.
Penambahan dana mitigasi berarti pemerintah perlu melihat kembali kebutuhan anggaran untuk memastikan kesiapan menghadapi bencana dapat ditingkatkan.
Presiden juga melibatkan Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Bappenas dalam arahan tersebut. Artinya, kebutuhan penanggulangan bencana perlu diperhitungkan dalam perencanaan pemerintah, bukan sekadar menjadi kebutuhan yang muncul setelah terjadi keadaan darurat.
Prabowo menekankan bahwa kesiapan harus dibangun sebelum bencana datang.
Pendekatan tersebut mencakup penyediaan armada, peralatan, personel, serta sarana pendukung yang diperlukan di wilayah dengan tingkat risiko tinggi.
Indonesia Berada di Wilayah dengan Risiko Bencana Tinggi
Kondisi geografis Indonesia menjadi salah satu faktor yang mendasari arahan Presiden.
Sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire, Indonesia memiliki banyak gunung api aktif dan berada di pertemuan lempeng tektonik. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah Indonesia memiliki potensi menghadapi gempa bumi, tsunami, maupun letusan gunung api.
Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi bencana hidrometeorologi dan bencana yang berkaitan dengan aktivitas manusia, termasuk banjir, tanah longsor, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.
Dengan karakteristik risiko yang beragam tersebut, pemerintah membutuhkan sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya mengandalkan respons ketika bencana telah terjadi.
Mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi bagian penting agar dampak bencana dapat ditekan.
Arahan Prabowo untuk meningkatkan anggaran mitigasi secara signifikan kemudian diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan, terutama ketersediaan alat dan armada yang dapat digunakan secara cepat.
Dampak Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan dari Kaltim ke Jakarta Batal, Penumpang Terkatung-katung
Aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, terganggu pada Minggu (6/9/2026).
Hingga pukul 15.00 WITA, tercatat sedikitnya 26 penerbangan dari dan menuju Balikpapan-Jakarta dibatalkan.
Pembatalan tersebut terjadi pada sejumlah maskapai, di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Super Air Jet, dan Batik Air.
Bandara SAMS Sepinggan yang berada di kota Balikpapan adalah pintu gerbang Provinsi Kaltim.
Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Balikpapan dan Samarinda ke Jakarta, Puluhan Flight Batal
Balikpapan adalah kota terbesar kedua setelah Samarinda, ibukota Kaltim.
Dari Balikpapan, setiap harinya ada sejumlah penerbangan menuju Jakarta.
Penerbangan menuju Jakarta terdampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda.
Gangguan penerbangan ini turut berdampak pada suasana di area keberangkatan Bandara Internasional SAMS Sepinggan, Jl. Marsma R. Iswahyudi, Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Balikpapan.
Sejumlah penumpang tampak mendatangi meja layanan pelanggan untuk memastikan kepastian jadwal penerbangan mereka.
Sebagian lainnya terlihat mengabadikan papan informasi digital yang menampilkan keterangan pembatalan penerbangan menggunakan telepon seluler.
Setelah itu, mereka kembali memeriksa informasi melalui ponsel sembari menunggu perkembangan terbaru dari pihak maskapai maupun pengelola bandara.
Meski demikian, sebagian besar penumpang terlihat tetap tenang dan memaklumi kondisi tersebut.
Mereka memahami keselamatan penerbangan menjadi alasan utama pembatalan penerbangan menuju maupun dari Bandara Soekarno-Hatta.
Namun, persoalan lain muncul karena belum adanya kepastian mengenai kapan penerbangan dapat kembali beroperasi.
Salah seorang penumpang, Rifaldo, mengaku masih menunggu kepastian dari pihak maskapai mengenai keberangkatannya.
Menurutnya, pembatalan penerbangan cukup mengganggu aktivitas karena ia memiliki agenda pekerjaan yang harus dilakukan di Jakarta.
“Kalau soal keselamatan kami pasti memahami. Tapi yang membuat bingung itu sampai kapan harus menunggu. Kami juga punya pekerjaan dan jadwal yang harus dikejar,” ujarnya kepada TribunKaltim.co.
Hal serupa disampaikan Iyan Prayoga, penumpang lainnya yang ditemui di area keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan.
Ia mengatakan para penumpang tidak mempermasalahkan keputusan pembatalan apabila memang berkaitan dengan keselamatan penerbangan.
Namun, ia berharap maskapai memberikan informasi yang lebih jelas mengenai kondisi penerbangan serta alternatif keberangkatan bagi para penumpang.
“Kami bisa memahami kalau memang karena faktor keselamatan. Tapi setidaknya ada kepastian, apakah nanti diterbangkan hari ini, besok, atau bagaimana,” katanya.
Penumpang lainnya, Dimas, mengaku harus beberapa kali mengecek informasi penerbangan melalui papan pengumuman maupun telepon selulernya.
Menurutnya, ketidakpastian tersebut membuat penumpang hanya bisa menunggu di bandara.
“Dari tadi kami bolak-balik cek informasi. Kadang lihat papan pengumuman, lalu tanya customer service lagi. Kami sebenarnya hanya ingin tahu kepastiannya,” tuturnya.
Sementara itu, penumpang lain, Sudarjon, mengaku sudah berada di bandara sejak pagi dan tidak menyangka penerbangannya dibatalkan.
Iwan Prasetyo, penumpang lainnya, mengatakan dirinya harus membawa seluruh barang bawaan selama menunggu karena belum mendapat kepastian mengenai jadwal penerbangan berikutnya.
“Kami bingung harus bagaimana. Barang sudah dibawa semua dan harus menunggu di bandara. Yang paling dikhawatirkan tentu kapan bisa berangkat ke Jakarta,” katanya.
Hal serupa disampaikan Sulaiman. Ia berharap pihak maskapai segera memberikan informasi yang jelas mengenai penerbangan pengganti.
“Kami berharap ada kepastian, apakah penerbangan dilanjutkan hari ini atau harus dijadwalkan ulang. Jangan sampai penumpang hanya menunggu tanpa tahu informasinya,” ucapnya.
Sementara itu, Sinta Anggraini mengaku pembatalan penerbangan membuat rencana perjalanannya ikut terganggu.
“Kami sudah punya jadwal dan tujuan setelah tiba di Jakarta. Kalau penerbangannya batal, tentu semua rencana ikut berubah. Mudah-mudahan segera ada solusi dari maskapai,” tuturnya.
PGS General Manager Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aries Laksono, mengatakan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan.
“Dampak dari erupsi Gunung Krakatau itu berdampak juga untuk penerbangan-penerbangan yang ada di SAMS Sepinggan, baik kedatangan maupun keberangkatan,” ujar Rizal kepada TribunKaltim.co.
Berdasarkan data yang diterima pihak bandara, sejumlah penerbangan yang seharusnya datang dari Jakarta tidak dapat diberangkatkan menuju Balikpapan.
Begitu pula sebaliknya, penerbangan yang seharusnya bertolak dari Balikpapan menuju Jakarta terpaksa dibatalkan.
Rizal menyebut hingga sekitar pukul 13.00 WITA terdapat 13 penerbangan kedatangan dan 13 penerbangan keberangkatan yang terdampak.
Sebagian besar penerbangan tersebut memiliki tujuan maupun asal Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Selain itu, terdapat satu penerbangan yang terdampak pada rute Bandung.
“Jadi total ada 11 kedatangan dan 13 keberangkatan, sebagian besar rutenya ke Cengkareng dan ada satu rute ke Bandung,” jelasnya.
Akibat pembatalan tersebut, penumpang harus menentukan pilihan, mulai dari mengajukan pengembalian biaya tiket atau refund hingga menjadwalkan ulang keberangkatan atau reschedule.
Rizal mengatakan berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar penumpang memilih opsi refund. Sementara sebagian lainnya memilih menjadwalkan ulang penerbangan.
“Berdasarkan data di lapangan, kami tadi ada di area check-in. Sebagian besar memang dilakukan refund, ada juga sebagian yang dilakukan reschedule,” katanya.
Meski rute Balikpapan-Jakarta terganggu, sejumlah penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan menuju daerah lain masih berjalan.
Penerbangan dengan tujuan Denpasar, Palu, Tanjung Bara, Berau, dan Ujung Pandang sejauh ini tidak mengalami pembatalan. Namun, beberapa penerbangan pada rute tersebut sempat mengalami keterlambatan.
Gangguan penerbangan juga dirasakan calon penumpang di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Suasana di bandara yang berada di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, itu tampak berbeda dari hari-hari biasanya.
Area keberangkatan relatif sepi dari aktivitas hilir mudik calon penumpang.
Berdasarkan pantauan TribunKaltim di lapangan, sejumlah penumpang dengan tujuan Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta tampak mendatangi area customer service maskapai Citilink serta pusat informasi Bandara APT Pranoto.
Mereka datang untuk mencari kepastian setelah mendapat informasi mengenai pembatalan penerbangan.
Salah seorang penumpang, Nurlina (48), mengaku pasrah setelah penerbangannya menuju Jakarta dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik.
Nurlina kemudian memilih menjadwalkan ulang penerbangannya untuk Senin (7/9/2026). Namun, jadwal tersebut masih tentatif dan bergantung pada perkembangan situasi.
“Tadi saya sudah berdiskusi dengan petugas maskapai dan setuju untuk dilakukan reschedule keberangkatan besok. Sifatnya masih bisa berubah, jadi nanti kita lihat dulu bagaimana perkembangan situasi dan kondisi cuaca serta abunya,” tambahnya.
Penumpang lainnya, Cindy (32), memilih membatalkan penerbangannya dan mengajukan refund karena memiliki keperluan mendesak di Pulau Jawa.
“Karena jadwalnya tidak menentu dan urusan saya cukup mendesak, saya memilih untuk membatalkan penerbangan dan langsung meminta refund penuh kepada pihak maskapai melalui aplikasi online,” ungkap Cindy.
Ia kemudian mencari alternatif perjalanan melalui Balikpapan menuju bandara lain di Pulau Jawa.
“Saya mengalihkan penerbangan ke bandara lain di luar. Pilihannya antara Surabaya, Semarang, atau Bandung, lewat Balikpapan malam ini kalau dapat segera terbang. Nanti dari kota tersebut, saya akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta lewat transportasi darat,” tukasnya.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan keputusan pembatalan penerbangan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan.
“Update terbaru flight kesekian, yang terakhir, barusan terinfo batal juga,” ujar Kadek kepada TribunKaltim.co, Minggu (6/9).
Pihak otoritas Bandara APT Pranoto bersama maskapai terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan mengimbau calon penumpang untuk tetap tenang serta memantau informasi resmi mengenai perubahan jadwal penerbangan.
Gangguan penerbangan dari dan menuju Jakarta belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.
Rizal mengatakan lamanya gangguan sangat bergantung pada aktivitas erupsi serta arah pergerakan abu vulkanik.
Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta masih perlu melakukan pembersihan runway sebelum aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan normal.
“Sangat mungkin itu terjadi karena sampai saat ini masih perlu dilakukan pembersihan runway juga di Soekarno-Hatta dan kita juga menunggu kepastian erupsi ini,” ujarnya.
Menurut Rizal, apabila erupsi masih berlangsung dan arah angin bergerak ke barat sehingga abu vulkanik kembali mengarah ke kawasan Cengkareng dan sekitarnya, gangguan penerbangan berpotensi berlangsung lebih lama.
“Kalau erupsinya masih terus berlanjut dan arah angin menuju ke arah barat atau istilahnya masih akan menimpa area Cengkareng dan sekitarnya, tentunya masih membutuhkan penambahan waktu,” jelasnya.
Sebaliknya, apabila aktivitas erupsi telah berhenti dan gangguan hanya menyisakan proses pembersihan fasilitas bandara, pemulihan diperkirakan tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
“Kalau memang sudah tidak ada erupsi dan tinggal pembersihan, mungkin waktunya tidak terlalu lama. Tapi kalau masih terus erupsi dengan arah angin menuju lokasi yang sama, kemungkinan akan bertambah lebih lama,” katanya.
Pembatalan penerbangan tersebut terjadi setelah operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 209 pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan. Jumlah tersebut terdiri atas 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Baca juga: Data Lengkap 23 Penerbangan Sepinggan Balikpapan Batal ke Jakarta, Ada Garuda dan Batik Air
Dampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta kemudian merembet ke sejumlah bandara asal, termasuk SAMS Sepinggan Balikpapan dan APT Pranoto Samarinda.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak aktivitas vulkanik di Pulau Jawa dapat mengganggu konektivitas udara hingga ke Kalimantan Timur.
Para penumpang pun masih harus menunggu perkembangan terbaru sembari memilih opsi yang diberikan maskapai, baik refund maupun penjadwalan ulang penerbangan.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau turut berdampak terhadap sektor penerbangan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Otoritas Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda mengonfirmasi adanya pembatalan sejumlah penerbangan rute Samarinda (AAP)-Jakarta (CGK) dan sebaliknya pada Minggu (6/9/2026).
Pembatalan dilakukan setelah hasil pengujian sampel udara (paper test) menunjukkan ruang udara masih terpapar sebaran abu vulkanik yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan keputusan pembatalan penerbangan tidak dapat dihindari dan dilakukan secara dinamis berdasarkan hasil evaluasi kondisi ruang udara.
"Update terbaru flight kesekian, yang terakhir, barusan terinfo batal juga," ujar Kadek kepada TribunKaltim.co, Minggu (6/9).
Kadek menjelaskan, dalam kondisi normal, penerbangan rute Samarinda-Jakarta dilayani tiga maskapai utama dengan jadwal penerbangan hingga sore hari.
Batik Air melayani dua penerbangan, Garuda Indonesia dua penerbangan, dan Citilink satu penerbangan. Dengan demikian, terdapat sejumlah jadwal penerbangan harian yang melayani rute Samarinda-Jakarta hingga sekitar pukul 17.30 WITA.
"Jadi, Batik dua kali, Garuda dua kali, Citilink sekali. Sampai sore, jam 17.30, jadwalnya ke Jakarta itu untuk setiap hari," ungkapnya.
Menurut Kadek, keputusan pembatalan penerbangan sangat bergantung pada hasil evaluasi berkala dan pengujian sampel udara di lapangan.
Pengujian dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya sebaran abu vulkanik di ruang udara yang menjadi jalur penerbangan, termasuk kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
"Kadang prosesnya mengacu dengan hasil paper test. Ada tidak sebaran abu vulkanik di Bandara Soetta (Soekarno-Hatta). Kalau ada, bandara ditutup karena abunya berbahaya bagi pesawat," jelas Kadek.
Kondisi tersebut juga membuat maskapai harus mengambil keputusan secara hati-hati. Pesawat yang sebenarnya telah siap terbang dapat tetap dibatalkan apabila hasil pengujian menunjukkan adanya potensi bahaya.
"Karena kalau seandainya dibatalkan di awal, tiba-tiba ternyata tidak ada lagi sebaran abu, semestinya kan bisa berangkat karena pesawatnya sudah ready. Tapi kan tidak jadi berangkat," tambahnya.
Bagi calon penumpang yang terdampak pembatalan, pihak bandara memastikan maskapai telah menyiapkan sejumlah opsi penanganan.
Penumpang dapat memilih penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana tiket secara penuh (full refund) apabila membatalkan keberangkatan.
"Kalau informasi yang kami terima dari maskapai, misalnya penumpangnya sudah bilang 'saya enggak jadi berangkat', ya sudah, tiketnya dikembalikan. Itu dikembalikan penuh sama maskapai, termasuk penjadwalan ulang," katanya.
Letusan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda menyebabkan enam bandar udara menangguhkan sementara operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026).
Kondisi tersebut berdampak pada ratusan penerbangan, termasuk penerbangan di sejumlah bandara utama yang melayani Jakarta.
Penangguhan operasional dilakukan setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi di sejumlah wilayah.
Enam bandara yang terdampak, yakni: Bandara Husein Sastranegara di Bandung Bandara Radin Inten II di Lampung Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan Bandara Budiarto Curug di Tangerang.
Keputusan penutupan sementara tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di Bandara Husein Sastranegara. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penghentian tersebut berdampak terhadap 301 penerbangan, termasuk 58 penerbangan internasional.
Singapore Airlines juga menyatakan telah membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta untuk sisa hari tersebut, dikutip dari Reuters, Minggu.
Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, telah mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam. Abu vulkanik kemudian terdeteksi di sejumlah bandara pada Minggu pagi.
Salah seorang penumpang, Suhardi (58), datang ke Bandara Soekarno-Hatta setelah penerbangan domestiknya dibatalkan. Ia berharap masih dapat melanjutkan perjalanan bisnis ke Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu pagi.
"Saya kira rute Jakarta-Samarinda masih tersedia - ternyata juga dibatalkan," kata Suhardi, kepada Reuters.
"Jika mereka memberi tahu saya bahwa penerbangan saya dibatalkan, saya rasa saya akan mencoba mencari hotel di Jakarta," katanya.
Operator bandara mengatakan telah menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang yang terdampak. Selain itu, operator juga menyiapkan bus menuju hotel dengan berkoordinasi bersama maskapai penerbangan.
Pembatalan sejumlah jadwal penerbangan rute ke Kalimantan Timur (Kaltim) akibat kendala alam memicu kekhawatiran serius dari berbagai kalangan, tak terkecuali akademisi.
Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Purwadi Purwoharsojo menyoroti bahwa lumpuhnya jalur udara ini tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga membawa efek domino bagi dunia usaha hingga ancaman inflasi sektor pangan di Benua Etam.
Ia menjelaskan, dampak langsung yang paling terasa menyasar para pelaku bisnis yang memiliki agenda perjalanan atau urusan usaha, baik di dalam maupun di luar Kaltim.
Jadwal operasional dan agenda penting dipastikan menjadi berantakan akibat kendala tersebut.
"Pastinya dampaknya menjadi jadwal mereka terbengkalai, kan? Kalau bisa diakali negosiasi proyek atau apa bisa lewat Zoom, ya, it's okay lah, tapi kalau harus ketemu langsung apa segala macam atau sedang survei lapangan, melihat kondisi di lapangan itu tentu akan membuat jadwal mereka jadi molor," ujar Purwadi, kepada TribunKaltim.co Minggu (6/9/2026) petang.
Tak hanya urusan bisnis swasta, Purwadi juga mengingatkan potensi pembengkakan biaya pada proyek-proyek pemerintah.
Penundaan mobilitas otomatis memicu penjadwalan ulang (rescheduling) terhadap agenda pekerjaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kondisi ini dinilai bisa membuat anggaran menjadi lebih efisien atau justru merugi.
"Apalagi kalau proyek-proyek pemerintah, artinya akan terjadi rescheduling ulang terhadap pekerjaan-pekerjaan yang mereka agendakan sebelumnya.
Baca juga: Penerbangan di Kaltim Lumpuh, Pengamat Unmul: Jadwal Bisnis Terbengkalai hingga Risiko Inflasi
Dan itu tentu akan berdampak pada pembiayaan sih, menurut saya, bisa lebih hemat, bisa lebih boncos juga," ujar dosen Fakultas Ekonomi Pembangunan Unmul ini.
Dari sudut pandang makro dan logistik, isu krusial yang perlu diantisipasi segera adalah stabilitas harga kebutuhan pokok.
Mengingat sebagian besar pasokan pangan masyarakat Kaltim masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terhambatnya moda transportasi dikhawatirkan memicu lonjakan harga barang di pasaran.
"Jangan sampai inflasi kita sektor pangan jadi lebih tinggi gara-gara tertunda beberapa angkutan yang harusnya masuk ke Kaltim membawa kebutuhan dasar masyarakat Kaltim.
Karena sebagian kebutuhan dasar kita kan dari luar daerah, kan? Beras, telur, sayur, daging, macam-macam banyak yang dari luar daerah. Kemandirian pangan kita kan masih jauh," tegasnya.
Menyikapi situasi pelik ini, Purwadi mendesak pihak terkait agar tidak lamban dalam mengambil tindakan antisipatif.
Selain memperhitungkan kendala logistik dan hak-hak penumpang yang telantar, ia berharap instansi berwenang dapat bergerak cepat sebelum masalah ini berdampak luas pada daya beli masyarakat yang tengah diuji. (*)